BP Batam tambah SDM

id BP Batam,tambah sumber daya manusia,permasalahan lahan,lukita dinarsyah tuwo

BP Batam tambah SDM

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo (Antaranews Kepri/Danna Tampi)

Batam (Antaranews Kepri) - Badan Pengusahaan (BP) Batam menambah jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) terutama di kantor lahan untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau.

"Pertama, ini kami lakukan untuk menyelesaikan hal-hal tertunda pada dua tahun lalu dan terutama mengenai pelayanan publik," kata Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo, di Batam, Kamis.

Lukita mengatakan salah satu yang kerap bermasalah adalah mengenai lahan. Sehingga untuk menangani hal tersebut pihaknya melakukan penyederhanaan pengurusan Izin Peralihan Hak (IPH).

"Awalnya ada 17 perizinan dan sekarang tinggal tiga, namun itu masih terkendala waktu penyelesaiannya selama satu minggu," ujarnya. Kata Lukita itu terjadi karena banyaknya permohonan dokumen IPH yang mencapai empat ribuan berkas dari masyarakat sejak dua tahun lalu.

"Kita sekarang sedang meningkatkan dan menambahkan SDM serta sarana dan prasarana sehingga bisa melakukan pelayanan IPH dua sampai 3 hari selesai," kata Lukita.

Selain permasalahan IPH, lanjut Lukita, permohonan mengenai Surat keputusan (Skep) dan Surat perjanjian (SPj) saat ini menumpuk sekitar dua ribuan berkas di BP Batam.

Hal itu pula kata Lukita yang menjadi pertimbangan BP Batam menambah jumlah SDM untuk menyelesaikan Skep dan SPj.

Karena itu kata Lukita pihaknya memberikan pelatihan kepada pegawai BP Batam agar dapat memberikan pelayanan lebih maksimal kepada masyarakat.

"Ini kita lakukan untuk memperoleh pertumbuhan ekonomi tujuh persen dalam dua tahun," kata Lukita. Lukita berharap guna mencapai tersebut para pengusaha yang telah mendapatkan alokasi lahan dapat segera melakukan pembangunan.

"Kami mengajak pengusaha jangan membiarkan lahannya tidur, kita cari cara dan solusi apabila kendalanya adalah pembiayaan dengan sam-sama mencari investor," ujarnya.(Antara)
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar