Kapolda Kepri minta jajaran waspadai adu domba

id Kapolda Kepri,Andap Budhi Revianto,pengamanan,natal,karimun

Kapolda Kepri Irjen Andap Budhi (Antaranews Kepri/Dok Humas Polda Kepri)

Karena itu, kita harus konsisten dengan tanggung jawab kita dalam menjaga NKRI. Laksanakan tugas semaksimal mungkin, dan tidak berorientasi pada rezeki karena hanya berupa finansial belaka
Karimun (ANTARANews Kepri) - Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau Irjen Andap Budhi Revianto meminta kepada jajarannya di Kepolisian Resor Karimun agar mewaspadai upaya adu domba yang dapat melemahkan kebersamaan antarinstitusi.

"Adu domba pernah terjadi di antara TNI dan Polri, pemerintah dan rakyat. Hal ini perlu kita waspadai agar tidak melemahkan persatuan dan kesatuan," kata dia, saat memotivasi personel yang tergabung dalam Operasi Lilin Seligi 2018, di Markas Kepolisian Resor Karimun, Rabu (26/12).

Kapolda dalam kesempatan itu mengutip hikayat zaman Kerajaan Melayu, yakni perseteruan antara Hang Tuah dan Hang Jebat yang berawal dari politik adu domba.

Menurut dia, kisah Hang Tuah dan Hang Jebat itu patut menjadi pelajaran agar seluruh komponen bangsa, terutama jajaran Polri agar mewaspadai upaya adu domba dengan instansi lain.

"Kenapa hal tersebut bisa terjadi, karena Indonesia menjadi incaran negara asing," kata dia lagi.

Kapolda Kepri Irjen Andap Budhi Revianto berkunjung ke Mapolres Karimun untuk meninjau kesiapan personel yang terlibat dalam Operasi Lilin Seligi 2019.

Kapolda turut memberikan motivasi kepada seluruh personel agar bersungguh-sungguh menjalankan tugas pengamanan demi terwujud keamanan, kenyamanan, dan kelancaran musim mudik Natal 2018 dan libur Tahun Baru 2019.

Dia meminta seluruh personel menyadari bahwa menjadi polisi merupakan pilihan sendiri, dan harus memahami wewenang untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Karena itu, kita harus konsisten dengan tanggung jawab kita dalam menjaga NKRI. Laksanakan tugas semaksimal mungkin, dan tidak berorientasi pada rezeki karena hanya berupa finansial belaka," ujarnya lagi.

Sebagai anggota Polri, dia mengharapkan seluruh personel mensyukuri status sosial yang dimiliki, status yang terhormat sebagai aparat keamanan.

Tantangan dan ancaman yang harus dihadapi, menurut dia, adalah urbanisasi penduduk yang cukup pesat sehingga memicu pengangguran yang rentan terhadap gangguan kamtibmas.

Dia kembali mengingatkan agar seluruh personel siap siaga dan siap bergerak jika terjadi sesuatu yang membutuhkan pengamanan dan bantuan.

"Sebagai personel Polri, kenali tugasnya dan akses informasi sehingga kita tahu perkembangan yang terjadi," ujarnya lagi.

Kapolda Kepri ke Tanjung Balai Karimun menumpang helikopter NB0 105 yang mendarat di Bandara Raja Abdullah, Sei Bati, Kecamatan Tebing.

Kapolda didampingi Direktur Reserse Narkoba Kombes K Yani Sudarto, disambut Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya beserta jajaran.

Turut mendampingi Bupati Karimun Aunur Rafiq, Danlanal Karimun Letkol Laut (P) Catur Yogiantoro, Dandim 0317/Karimun yang diwakili Pasi Intel Kapten Inf Istain Tamimi, dan pejabat lainnya.
Pewarta :
Editor: Kabiro kepri
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar