Makan bajamba untuk pemilu damai

id makan bajamba,tradisi minang,PKSB Karimun,pemilu damai,dwi ria latifa

Makan bajamba untuk pemilu damai

Anggota DPR dari Fraksi PDIP Dwi Ria Latifa (kanan) bersama Ketua Tim Penggerak PKK Karimun Raja Asmah Aunur Rafiq bersama pengurus Bundo Kanduang makan bajamba. (Antara News Kepri/Rusdianto)

Tidak ada beda antara yang punya jabatan dengan tidak, satu tempat satu talam
Tanjung Balai Karimun (ANTARA) - Suasana Rumah Gadang milik Persatuan Keluarga Sumatera Barat (PKSB) Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau di Bukit Senang Tanjung Balai Karimun, tampak ramai Sabtu (23/3) pagi. Sejumlah tokoh "urang awak" dan suku lain tampak berdiri sambil ngobrol penuh tawa.

Gedung bernuansa rumah adat Minang itu makin ramai dengan kehadiran Bupati Karimun Aunur Rafiq, anggota DPR dari Fraksi PDIP Dwi Ria Latifa. Pagi itu, PKSB memang memiliki hajatan yang disebut "makan bajamba untuk pemilu damai".

Usai sepatah kata dan sambutan singkat dari Ketua PKSB Syarjan Rusli Sidi Marajo, tokoh PKSB Cendra Nawazir dan Bupati Karimun Aunur Rafiq. Hajatan hari itu dilanjutkan dengan acara pokok, "makan bajamba".

Berbeda dengan tradisi makan bersama suku Jawa pada acara pernikahan, makan bajamba menyajikan hidangan semuanya disatukan dalam satu dulang. Hari itu, menunya gulai rendang daging, sayur pucuk ubi ditambah sambal jengkol plus petai.

Setiap dulang berisi makanan dinikmati antara tiga sampai tujuh orang mengelilingi dulang sambil menjumput nasi plus lauk pauknya.

Anggota DPR RI Dwi Ria Latifa mengaku sudah yang ketiga kali diundang untuk "makan bajamba" di Rumah Gadang PKSB Karimun.

Bagi Dwi Ria Latifa, makan bajamba mengingatkannya pada kampung halaman orang tuanya yang berasal dari Sumatera Barat.

"Ingek kampung urang gaek (ingat kampung orang tua). Kalau saya kan tempat kelahirannya di Tanjung Balai Karimun," kata Dwi Ria Latifa yang sering turun ke kampung-kampung menyerap dan menampung aspirasi masyarakat ini.

Perempuan yang suka berkerudung merah ini mengatakan makan bajamba merupakan makan bersama dalam satu wadah untuk lima atau empat orang dengan dicampur aduk nasi dan lauknya.

"Makan bersama ini maknanya kebersamaan. Selain nikmati, tentu menyiratkan makna bagaimana menjaga bersilaturahim, nilai-nilai kearifan lokal seperti ini yang harus terus digali," kata dia.
Bupati Karimun Aunur Rafiq (kanan), caleg PKB Sjarifuddin (kanan), Kasat Binmas Polres Karimun AKP Eriman Regana dan tokoh PKSB Cendra Nawazir makan bajamba. (Antara News Kepri/Rusdianto)
Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan makan bajamba yang digelar hari ini merupakan ide yang dia lontarkan dalam acara pelantikan pengurus Bundo Kanduang di tempat yang sama beberapa waktu lalu.

Menurut bupati makan bajamba merupakan tradisi yang sangat baik yang masih melekat khususnya di kalangan masyarakat Minang di Kabupaeten Karimun.

"Tidak ada beda antara yang punya jabatan dengan tidak, satu tempat satu talam. Kita makan bersama, kita duduk bersimpuh, semuanya sama. Ini menunjukkan kita adalah satu, kita adalah bagian dari satu kesatuan," kata dia.

Tradisi makan bajamba tersebut tidak hanya diikuti warga PKSB, tetapi juga tokoh-tokoh paguyuban dan suku lain serta Forum Pembauran Kebangsaan.

Selain itu, tradisi makan bajamba ini juga diikuti 19 calon anggota legislatif dari berbagai partai politik yang memiliki keterkaitan dengan suku Minang juga duduk bersama menikmati hidangan.

"Para caleg-caleg itu duduk bersama. Boleh beda pilihan, tapi tidak membuat putusnya silaturahim," katanya. 

Dia menambahkan, seluruh warga PKSB dan paguyuban usai makan bajamba juga mendeklarasikan pemilu damai. Dan diia berharap momentum ini menjadi perekat untuk menjaga kebersamaan dan menciptakan situasi yang kondusif jelang pemilu.

Sementara itu, Ketua PKSB Karimun Syarjan Rusli Sidi Marajo yang juga diaminkan tokoh PKSB Cendra Nawazir mengatakan, tradisi makan bajamba sudah menjadi kegiatan rutin sebulan sekali.

"Makan bajamba ajang mempererat tali silaturrahmi," kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Persatuan Keluarga Daerah Pariaman (PKDP) Kabupaten Karimun Amril yang akrab disapa Allen mengatakan, makan bajamba merupakan momentum untuk menjaga kebersamaan di tengah perbedaan pilihan politik.

"Beda pilihan politik itu biasa, tujuannya kan untuk memilih pemimpin. Bukan untuk berpecah-belah. Inilah yang tampak dari acara makan bajamba ini," kata Amril yang juga calon anggota DPRD Karimun daerah pemilihan Kecamatan Karimun dan Buru dari Partai Demokrat.

Usai makan bajamba, para hadirin mendeklarasikan pemilu damai yang dipandu Kasat Binmas Polres Karimun AKP Eriman Regana. (Antara)

Lihat Video
Pewarta :
Editor: Kabiro kepri
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar