Jumlah penumpang pesawat di Kepri meningkat 2,22 persen

id Bps,Kepri,penumpang,pesawat,Juli 2019

Jumlah penumpang pesawat di Kepri meningkat 2,22 persen

Dokumentasi foto - Bandara RHF Tanjungpinang, Kepri. (Ogen)

Tanjungpinang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik mencatat jumlah penumpang angkutan udara domestik yang turun di bandara Kepulauan Riau pada Juli 2019 mencapai 231.514 orang, naik 2,22 persen dibandingkan Juni yang sebanyak i 226.495 orang.

Kepala BPS Kepri Zulkipli di Tanjungpinang, Selasa, mengatakan jika dibandingkan dengan bulan yang sama 2018, jumlah penumpang yang datang ke wilayah ini justru turun sebanyak 24,87 persen.

"Sementara itu, selama Juli 2019 ada sebanyak 197.711 orang penumpang angkutan udara domestik yang berangkat dari bandara di Kepri," katanya.

Ia menambahkan penumpang yang berangkat mengalami penurunan 7,33 persen dibandingkan Juni 2019 yang mencapai 213.350 orang. Jumlah penumpang yang berangkat pada Juli 2019 juga turun 14,79 persen jika dibandingkan Juli 2018 yang mencapai 232.021 orang.

Penumpang angkutan udara internasional yang datang ke Kepri pada Juli 2019 mencapai 1.409 orang. Angka ini tercatat lebih tinggi 12,45 persen dibandingkan dengan keadaan bulan sebelumnya yang mencapai 1.253 orang.

Sementara itu, selama Juli 2019 ada sebanyak 13.114 orang yang berangkat ke luar negeri melalui bandara di Kepri. Jumlah penumpang penerbangan internasional yang berangkat juga mengalami kenaikan 645,96 persen dibandingkan Juni 2019 yang hanya mencapai 1.758 orang.

Jika dibandingkan dengan kondisi tahun lalu juga terjadi kenaikan 89,81 persen dengan jumlah penumpang angkutan udara internasional yang berangkat pada Juli 2018 mencapai 6.909 orang.

Secara umum dapat disimpulkan bahwa jumlah penumpang angkutan udara di Kepri selama Juli 2019 didominasi oleh penumpang penerbangan domestik yang datang yaitu sebesar 52,17 persen. Sedangkan yang terendah adalah jumlah penumpang penerbangan internasional yang datang, yaitu sebesar 0,32 persen dari total seluruh penumpang angkutan udara.

"Secara keseluruhan, jumlah penumpang angkutan udara baik domestik dan internasional Juli 2019 mengalami kenaikan sebesar 0,20 persen dari bulan sebelumnya. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Juli 2018 justru terjadi penurunan sebesar 19,11 persen, yaitu dari 548.615 orang menjadi 443.748 orang pada Juli 2019," ujarnya.

Pada Juli 2019, jumlah bongkar bagasi dan barang angkutan udara domestik sebanyak 2.928,39 ton, naik sebesar 13,74 persen dibandingkan bulan Juni 2019 yang jumlahnya 2.574,70 ton. Sementara itu, jika dibandingkan Juli 2018 yang mencapai 5.067,18 ton bongkar bagasi dan barang angkutan udara domestik justru mengalami penurunan sebesar 42,21 persen.

Jumlah muat bagasi dan barang angkutan udara domestik mengalami kenaikan 26,31 persen dari 2.940,82 ton di bulan Juni 2019 menjadi 3.714,57 ton di bulan Juli 2019. Jika dibandingkan dengan Juli 2018, jumlah muat bagasi dan barang angkutan udara domestik justru turun sebesar 21,76 persen.

Sementara itu, untuk angkutan udara internasional, selama Juli 2019 bagasi dan barang yang dibongkar sebanyak 8,71 ton. Angka ini turun 14,16 persen dari bulan sebelumnya yang hanya mencapai 10,15 ton.

Jika dibandingkan dengan kondisi tahun lalu, jumlah bongkar bagasi dan barang juga mengalami penurunan sebesar 48,57 persen atau turun dari 16,94 ton pada Juli 2018 menjadi 8,71 ton pada Juli 2019. Selama Juli 2019 tercatat sebanyak 222,54 ton bagasi dan barang yang dimuat pada penerbangan internasional.

"Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 54,56 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Jumlah muat bagasi dan barang penerbangan internasional pada Juli 2019 juga mengalami kenaikan sebesar 109,10 persen jika dibandingkan Juli 2018," katanya.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar