Mahasiswa Aceh dari Natuna berbaur dengan masyarakat

id Virus Corona,Mahasiswa Aceh,mahasiswa aceh di natuna,mahasiswa aceh diobservasi di natuna

Mahasiswa Aceh dari Natuna berbaur dengan masyarakat

Dokumentasi - Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri (kanan) bersama mahasiswa Aceh dari Natuna saat tiba Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar. (ANTARA/Khalis)

Banda Aceh (ANTARA) -
  • Dinas Sosial Provinsi Aceh menyatakan mahasiswa setempat yang telah mengikuti masa observasi inkubasi virus corona (Covid-19) di Natuna, Kepulauan Riau kini telah berbaur kembali dengan masyarakat seperti biasanya.

"Kondisi mereka bagus. Bahkan Fadil (salah satu mahasiswa) saya lihat sering diwawancarai teman-teman media juga. Mereka tidak ada masalah apa-apa," kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Aceh Alhudri di Banda Aceh, Senin.

Dia menyebutkan mahasiswa tersebut telah kembali ke kampung halamannya masing-masing. Dinas Kesehatan Provinsi Aceh juga terus mengamati perkembangan kesehatan para mahasiswa yang sempat terjebak isolasi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China itu.

"Mereka pastinya rutin melaporkan keadaan ke Dinas Kesehatan, dan Dinas Kesehatan juga terus mengamati. Kami sebatas memulangkan saja, secara teknis ada instansi terkaitnya lagi," katanya.

Tercatat sebanyak 65 orang mahasiswa asal Tanah Rencong itu yang sedang melanjutkan pendidikan di negeri tirai bambu tersebut. Namun 13 orang diantaranya sempat terjebak di Kota Wuhan pascamerebaknya virus corona (Covid-19).

Setelah dievakuasi dari Wuhan, para mahasiswa Aceh yang tergabung dalam 243 WNI tersebut mengikuti observasi masa inkubasi Covid-19 selama 14 hari di Natuna, dan hasilnya Kementerian Kesehatan RI telah menyatakan bahwa para WNI itu sehat atau terbabas dari terjangkit Covid-19.

Selain itu, Alhudri juga menyampaikan bahwa hingga sekarang masih ada dua orang mahasiswa Aceh yang memutuskan belum kembali ke Tanah Rencong, karena alasan pribadi.

Kedua mahasiswa tersebut bernama Desi Yuliana yang berasal dari Kabupaten Aceh Barat dan Syarifah Huswatun Miswar dari Kabupaten Aceh Selatan. Mereka dalam kondisi sehat dan memilih bertahan di Kota Changchun, Provinsi Jilin.

"Itulah laporan terakhir mereka tidak mau pulang, mungkin sudah merasa betah disana, tapi kondisi mereka sehat," katanya.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar