Tanjungpinang (ANTARA) - Pihak Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau menegaskan informasi yang tersebar di media sosial terkait tiga pekerja di kawasan PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) terinfeksi COVID-19 merupakan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
"Itu informasi hoaks. Harus diluruskan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Tjejep Yudiana, di Tanjungpinang, Sabtu.
Baca juga: Bupati Karimun minta agen kapal siapkan pemindai suhu tubuh
Tjetjep mengemukakan sampai saat ini belum ada orang-orang yang berada dalam pengawasan tim medis di Kepri, positif terinfeksi COVID-19, termasuk pekerja di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Galang Batang, Bintan yang dikelola PT BAI.
Beberapa hari lalu, 83 orang di Kepri yang pernah diperiksa tim medis karena diduga tertular COVID-19, sebanyak 79 orang di antaranya dinyatakan negatif setelah diperiksa secara intensif. Sementara sisanya masih menunggu hasil uji laboraturium Kemenkes.
Baca juga: Tour de Bintan ditunda untuk mencegah merebaknya COVID-19
"Hari ini ada yang diperiksa di Batam dan Tanjungpinang karena diduga terinfeksi COVID-19," tuturnya.
Direktur PT BAI Santoni membantah ada pekerja di PT BAI yang terinfeksi COVID-19. Ia memastikan informasi yang beredar di media sosial tersebut hoaks.
Baca juga: Pemkot tunda Festival Pulau Penyengat cegah COVID-19
"Tidak benar ada pekerja kami terinfeksi virus corona," katanya.
Santoni mengakui sekitar 409 orang pekerjanya berasal dari China. Namun mereka tidak diperbolehkan pulang ke negaranya untuk mengantisipasi COVID-19.
Mereka memperpanjang ijin tinggal di Bintan sampai kondisi kondusif.
"Tidak ada yang sakit. Mereka dalam kondisi sehat," ucapnya.

Komentar