Pemkot tunda Festival Pulau Penyengat cegah COVID-19

id Dampak COVID-19,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019

Pemkot tunda Festival Pulau Penyengat cegah COVID-19

Ilustrasi - Sejumlah wisman berkunjung ke Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang. ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau memastikan bahwa Festival Pulau Penyengat (FPP) ditunda untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (COVID-19).

"Pemkot Tanjungpinang memutuskan untuk tidak memaksakan dalam keadaan yang tidak memungkinkan sekarang ini," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkot Tanjungpinang Surjadi di Tanjungpinang, Jumat malam.

Dia menjelaskan pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini membuat pihaknya mengambil sikap menunda FPP hingga kondisi sudah membaik.

"Kita harus merelakan tenaga serta pikiran yang sudah kita luangkan untuk penyelenggaraan FPP 2020 ini," ungkapnya.

Baca juga: Apple ganti pertemuan tahunan dengan konferensi daring karena COVID-19

Baca juga: Kepala BNPB pimpin gugus tugas percepatan penanganan penyebaran COVID-19


Disbudpar bersama berbagai pihak terkait, baik lingkup Pemkot Tanjungpinang, Pemprov Kepri, Kementerian Pariwisata, serta berbagai instansi dan pihak swasta, telah melakukan cukup banyak usaha untuk menyukseskan kegiatan tahunan terkait dengan pariwisata di Kota Tanjungpinang itu.

"Tapi semua usaha itu terkendala oleh keadaan yang tidak memungkinkan," kata Surjadi.

Pihaknya belum bisa memastikan apakah FPP masih akan dilaksanakan tahun ini.

"Kita berpikir untuk lebih mengedepankan penanganan COVID-19," ungkapnya.

FPP 2020 sedianya dilaksanakan pada 19-21 Maret 2020. Berbagai kegiatan telah dirancang Disbudpar untuk memeriahkan kegiatan dalam rangka memperingati Hari Jadi Pulau Penyengat tersebut.

Kegiatan itu, antara lain pementasan kesenian, berbagai perlombaan dan atraksi, serta napak tilas yang tahun ini mengangkat tema "Warisan Kebesaran Engku Putri Raja Hamidah".
 
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar