Tim medis telusuri riwayat penularan delapan pegawai KKP Batam

id Tim telusuri,riwayat, penularan, 8 pegawai KKP Batam,Tim telusuri riwayat penularan pegawai KKP Batam,riwayat penularan

Tim medis telusuri riwayat penularan delapan pegawai KKP Batam

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kepri, Tjetjep Yudiana (Nikolas Panama)

Tanjungpinang (ANTARA) - Tim medis menelusuri riwayat penularan delapan orang pegawai Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Batam, Kepulauan Riau yang dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil pemeriksaan usap tenggorokan atau swab dengan metode PCR.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kepri, Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Rabu, mengatakan, penelusuran riwayat aktivitas 8 orang pegawai KKP itu cukup rumit lantaran mereka tidak berada dalam satu kawasan saat bertugas.

"Ada yang bertugas di Pelabuhan Nongsa, dan ada yang di Pelabuhan Batam Centre," katanya.

Beberapa hari lalu pegawai KKP yang positif COVID-19 sebanyak 3 orang, kemudian semalam bertambah 5 orang. Salah satu pegawai KKP yang terkonfirmasi positif COVID-19 bertugas sebagai satpam kantor.

Penelusuran terhadap seorang satpam ini pun agak rumit. Pasien ini mengaku tidak pernah kontak dengan Sekretaris KKP Batam yang sekitar sebulan lalu kambuh kembali positif COVID-19.

Sekretaris KKP Batam dua bulan lalu tertular COVID-19 setelah melakukan perjalanan dari Jakarta. Kemudian menjalani karantina mandiri karena masuk dalam kelompok orang tanpa gejala COVID-19.

Setelah sembuh berdasarkan tes PCR, pasien itu kambuh kembali.

"Kami masih menelusuri apakah ada keterkaitan dengan kasus itu atau tidak," ucapnya.

Dari tujuh kabupaten dan kota di Kepri, tinggal Batam yang masih masuk Zona Merah. Jumlah pasien positif COVID-19 di Batam hari Rabu ini bertambah 9 orang sehingga menjadi 194 orang. Sebanyak 102 orang dinyatakan sembuh, sementara yang masih dirawat dan dikarantina mencapai 81 orang.

Pasien yang meninggal dunia di Batam sebanyak 11 orang.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar