Bacang penganan tradisi Tionghua dimusim panas

id Bacang makanan tradisi Tionghua dimusim panas,makan Bakcang,Tradisi Tionghua

Bacang penganan tradisi Tionghua dimusim panas

Kue Bacang yang siap dimasak dan akan dihidangkan untuk makanan keluarga disalah satu rumah warga di Lingga (Nurjali)

Beberapa tokoh senior Tionghua tetap mempertahankan tradisi ini, mereka berkirim melalui pesan singkat merayakan makan bacang dan memasak dirumah masing-masing dimakan bersama keluarga
Lingga (ANTARA) - Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, merupakan salah satu daerah yang banyak ditinggali keturunan Tionghua di Indonesia, demikian juga dengan tradisi leluhurnya yang masih bertahan di tengah gempuran perkembangan teknologi saat ini, salah satunya adalah makanan khas bakcang atau bacang.

Kue ini baru saja dijadikan makanan khas wajib bagi masyarakat Tionghua pada tanggal 25 Juni 2020 kemarin, yaitu bulan kelima penanggalan lunar Tionghua dimana pada bulan ini dikenal dengan Festival Perahu Naga.

Menurut Ketua Persatuan Marga Tionghua Indonesia (PSMTI) Kabupaten Lingga, Tony Karyadi, bakcang yang berasal dari dialek Hokkian ini merupakan salah satu penganan, yang terbuat dari beras ketan dan dibungkus dengan daun bambu kemudian dikukus, bisa disantap dengan berbagai jenis lauk pauk lainnya tergantung selera.

"Ada yang pakai gula, ada juga yang diisi daging-daging atau sayuran sebagai lawan untuk menyantapnya," ujar Akuai sapaan akrab Tony Karyadi.

Penganan yang berbentuk segitiga limas tersebut, saat ini dibuat dengan berbagai variasi rasa dan menyesuaikan dengan keragaman budaya sekitar, ada juga yang dicampur dengan bumbu-bumbu tradisional sekitar sebagai penyedap rasa.

Di tahun ini perayaan Festival Perahu Naga (Duanwu Jie) tidak jadi digelar di Kota Tanjungpinang, karena pandemi COVID-19, namun hal tersebut tidak membuat masyarakat Tionghua meninggalkan begitu saja tradisi tersebut, beberapa diantara mereka tetap menggelar pesta makan bacang.

Namun di masa  pandemi ini pesta makan bacang ditaja dengan cara yang sederhana yang dibuat di rumah masing-masing keluarga.

"Beberapa tokoh senior Tionghua tetap mempertahankan tradisi ini, mereka berkirim melalui pesan singkat merayakan makan bacang dan memasak di rumah  masing-masing dimakan bersama keluarga," jelas Akuai.

Makan bacang di Tradisi Prahu Naga Duanwu Ji atau Peh Cun ini, adalah satu dari lima tradisi besar masyarakat Tionghua yang biasanya dirayakan dengan sukacita dan meriah, selain Imlek, Ceng Be, Pe Gwee dan Festival Musim Dingin.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar