Puluhan pelajar dan remaja berjaket hitam diamankan

id cianjur, polres cianjur, pelajar cianjur,remaja berjaket hitam,unras tolak ruu

Puluhan pelajar dan remaja berjaket hitam diamankan

Puluhan pelajar berseragam dan remaja mengenakan jaket hitam diamankan ke Mapolres Cianjur, Jawa Barat, karena sempat menyerang petugas saat hendak dibubarkan dan membawa senjata tajam, mereka diamankan dari kerumunan masa aksi menolak RUU Cipta Kerja, Kamis (8/10) (ANTARA/Ahmad Fikri)

Cianjur (ANTARA) - Polres Cianjur, Jawa Barat, mengamankan puluhan pelajar dan remaja yang ikut dalam aksi unjuk rasa menolak disahkannya RUU Cipta Kerja karena sempat menyerang petugas.

Bahkan seorang diantaranya remaja tersebut kedapatan membawa senjata tajam.

Kapolres Cianjur, AKBP Mochamad Rifai di Cianjur Kamis, mengatakan pihaknya terpaksa mengamankan puluhan remaja dan pelajar tersebut karena diduga akan melakukan aksi anarkis dengan cara melawan petugas saat hendak diamankan, sehingga mereka langsung digelandang ke Mapolres Cianjur.

"Kami akan mendata dan meminta keterangan dari pelajar dan remaja yang diamankan dari kerumunan unjuk rasa. Kami mengimbau aksi unjuk rasa berjalan damai, jangan sampai dirusak dengan aksi anarkis," katanya.

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Anto, mengatakan puluhan orang pelajar berseragam dan remaja menggunakan jaket hitam tersebut, diamankan karena sempat menyerang petugas saat diminta untuk tidak ikut dalam rombongan masa aksi buruh.

"Bukannya membubarkan diri, mereka malah menyerang petugas, sehingga mereka kami amankan dan ada beberapa orang yang kedapatan membawa senjata tajam. Bagi mereka yang membawa senjata tajam akan kami proses, termasuk remaja berjaket hitam yang juga membawa senjata tajam," katanya.

Ia menjelaskan, saat ini, 50 orang pelajar dan remaja diamankan di Mapolres Cianjur, untuk dilakukan pendataan dan pembinaan, sedangkan bagi yang kedapatan membawa senjata tajam akan diproses secara hukum.

"Kami berharap aksi unjukrasa ini, tidak sampai dirusak oknum yang tidak bertanggung jawab. Kami akan terus mengawal aksi unjuk rasa sampai tuntas dengan harapan tidak ada aksi anarkis," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar