Jembatan Babin diusulkan Pemprov Kepri ke Bappenas sebagai proyek prioritas

id Usulan proyek prioritas

Jembatan Babin diusulkan Pemprov Kepri ke Bappenas sebagai proyek prioritas

Penjabat Gubernur Kepri Suhajar Diantoro. (ANTARA/HO)

Tanjungpinang (ANTARA) - Pj. Gubernur Kepri Suhajar Diantoro mengusulkan sejumlah proyek prioritas untuk mendukung major project nasional tahun 2022 ke Kementerian PPN/Bappenas, di antaranya adalah pembangunan jembatan Batam-Bintan (Babin).

Suhajar menyebut Pemprov Kepri sudah sepakat untuk menyatukan Pulau Batam dan Pulau Bintan dengan jemabatan Batam-Bintan. DED-nya sudah dilaksanakan pada tahun 2021, dengan panjang jembatan lebih kurang 7 kilimeter ditambah dengan keseluruhan jalannya sekitar 14 kilometer.

Menurutnya pembebasan tanah di Sri Kuala Lobam untuk kaki jembatan di Pulau Bintan seluas 3 hektare akan menjadi tanggung jawab Pemprov Kepri dan Pemkab Bintan. Sedangkan tanah untuk di Pulau Bau dan Tanjung Sauh menjadi tanggung jawab konsorsium swasta dan tapak tanah di Pulau Batam seluas 20 hektare akan menjadi tanggung jawab BP Batam.

"Proyek ini rencananya mulai dilaksanakan tahun 2022,” kata Suhajar, Rabu.

Selain pembangunan jembatan Batam Bintan, kata dia, pemprov juga mengusulkan pembangunan Fly Over Jalan Basuki Rahmat, pembangunan Fly Over kilometer 8 Tanjungpinang, penanganan banjir perkotaan di tanjungpinang, perintisan destinasi pariwisata regional 1 dan 2 di Pulau Bintan, pembangunan sarana dan prasarana akademi komunitas Politeknik Industri berbasis kompetensi di KEK Galang Batang.

“Pada major project ini diharapkan target yang akan dicapai bersama adalah meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi untuk Provinsi Kepri menjadi 6,4%, Kota Batam menjadi 5,36% dan untuk Bintan menjadi 6,81%. Begitu juga laju pertumbuhan sektor industri dan akomodasi, makanan dan minuman,” jelasnya.

Kemudian menyangkut akses air minum perpipaan, lanjut Suhajar, pemprov mengusulkan pembangunan SPAM regional Bintan dan menyatukan pipa primer sehingga satu Pulau Bintan akan memeiliki satu sistem perpiaan yang terpusat.

Selain itu juga diusulkan pembangunan jalan lingkar lulau tertinggal, terluar dan terdepan Batubi-Kelarik Natuna, kemudian major project pembangunan jaringan pelabuhan utama terpadu. Dua yang diusulkan, yaitu pembangunan dermaga muat terintegrasi di pelantar 1 dan 2 Tanjungpinang dan pembangunan pengembangan pelabuhan di Kepulauan Anambas.

“Usulan tambahan adalah pembangunan pengembangan Bandara Raja Haji Abdullah di Karimun, Bandara Letung Anambas dan Daik, Lingga,” tuturnya.

Selain itu, Suhajar pun mengharapkan perhatian Bappenas terkait pelayanan kesehatan di daerah itu, karena ada kendala pada aspek pembiayaan dan aspek SDM kesehatan.

“Kami tentunya sangat berharap jadi prioritas tambahan untuk membangun Rumah Sakit Pratama di wilayah-wilayah terpencil dengan kondisi geografis Kepri yang terdiri dari 2.408 pulau,” tuturnya.

Secara terpisah, Kepala Bappenas Suharso Monoarfo menyampaikan bahwa pembangunan di daerah harus sejalan atau sinkron dengan program nasional, sehingga terbentuk sebuah konvergensi dalam pembangunan di masa mendatang.

“Dengan demikian belanja negara dalam hal ini, kualitas belanja menjadi lebih baik dan efektif karena pembangunan tidak hanya berdasarkan perspektif Nasional tapi juga perspektif daerah sehingga kita bisa efiiensikan APBN kita," ujarnya.

Suharso juga mengutarakan hasil evaluasi usulan proyek pada Rakor Gubernur se Indonesia tahun 2020 untuk Provinsi Kepri di antaranya proyek pembangunan Fly Over Simpang Kabil Batam telah masuk dalam tahap persiapan dan akan dialokasikan pada tahun 2022 dengan pendanaan SSBN dan Multiyeras Contract.

Sedangkan untuk pembangunan jembatan Batam-Bintan masuk pada kajian awal dan sedang berproses di Ditjen Pembiayaan Infrastruktur PUPR untuk finalisasi FBC.

“Ditargetkan selesai pada Q1. Dalam Q1 juga akan ada pembahasan tentang lingkungan hidup dan kesiapan lahan dengan Pemda,” ujarnya.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar