90 persen santri di Batam sudah dapat suntikan vaksin COVID-19

id santri batam,vaksinasi santri,vaksinasi covid

90 persen santri di Batam sudah dapat suntikan vaksin COVID-19

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam Zulkarnain Umar. (ANTARA/ Naim)

Batam (ANTARA) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam Zulkarnain Umar mengatakan bahwa hampir 90 persen santri di Kota Batam sudah mendapat suntikan dosis pertama vaksin COVID-19.

"Pesantren, kami mencoba tracking (melacak) kemarin, yang sudah divaksin hampir 90 persen," kata
Zulkarnain di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat, tanpa menyampaikan perincian mengenai jumlah santri yang sudah menjalani vaksinasi.

Ia mengemukakan bahwa kendala dalam pelaksanaan vaksinasi di lingkungan pesantren antara lain masih adanya orang tua santri yang menolak anaknya diberi suntikan vaksin COVID-19.

Namun demikian, ia mengatakan, jumlah orang tua yang keberatan anaknya divaksinasi tidak banyak, hanya beberapa orang di tiap lingkungan pesantren.

Menurut dia, Kantor Kementerian Agama sudah melakukan kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada para santri dan orang tua santri mengenai pentingnya vaksinasi untuk menangkal serangan COVID-19.

"Masih ada riak yang perlu kami jelaskan. Bahwa orang tua enggan anaknya divaksin, kami melakukan pendekatan persuasif, walau belum berhasil," kata dia.

Pondok-pondok pesantren di Kota Batam telah menjalankan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.

Guna menekan risiko penularan virus corona di lingkungan pesantren, pemerintah kota menyelenggarakan pelayanan vaksinasi di pondok-pondok pesantren.

"Ada juga yang digabungkan. Yang jumlah (santrinya) tidak banyak, kami gabungkan tiga pesantren," kata dia.

Penegakan protokol kesehatan juga dijalankan di lingkungan pesantren. 

Zulkarnain mengatakan bahwa kunjungan orang tua dan kerabat ke pesantren dibatasi untuk menekan risiko penularan virus corona.

"Ini kami ketat, harus orang tua yang sudah divaksin dua kali yang boleh, dan tetap menerapkan protokol kesehatan," kata dia.

 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE