Disdik Tanjungpinang bakal tambah lagi jam belajar untuk PTM

id Disdik Tanjungpinang, potensial tambah lagi, jam belajar untuk PTM

Disdik Tanjungpinang bakal tambah lagi jam belajar untuk PTM

Kepala Dinas Pendidikan Tanjungpinang Saparilis (Nikolas Panama)

Tanjungpinang (ANTARA) - Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau potensial menambah jam belajar setelah berhasil menyelenggarakan sistem Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk siswa PAUD-SMP.

Sekretaris Disdik Tanjungpinang Saparilis, di Tanjungpinang, Selasa, mengatakan, selama tiga pekan pelaksanaan PTM, seluruh aktivitas pendidikan berjalan lancar sesuai protokol kesehatan sehingga memungkinkan jam belajar dan kapasitas kelas ditambah.

"Evaluasi PTM dilakukan setiap pekan. Hasilnya memuaskan. Penambahan jam belajar dan kapasitas siswa di dalam kelas dapat dilakukan jika kepala sekolah, Dewan Pendidikan, dan Satgas Penanganan COVID-19 setuju," ujarnya.

Saparilis menegaskan PTM mulai PAUD-SMP sudah diselenggarakan secara terbatas sejak 4 Oktober 2021. Saat itu, jam belajar untuk siswa PAUD-SD hanya sejam, dengan jumlah siswa sebanyak 30 persen dari kapasitas ruang kelas.

Sedangkan untuk siswa SMP, jam belajar selama 2 jam di dalam kelas, dengan jumlah siswa sebanyak 30 persen kapasitas ruang kelas.

Setelah dua pekan PTM terbatas dilaksanakan, membuahkan hssil yang positif sehingga jam belajar untuk siswa PAUD-SD ditambah menjadi 2 jam, dengan kapasitas kelas 50 persen. Sementara jam belajar siswa SMP di dalam kelas bertambah menjadi 3 jam, dengan kapasitas kelas 50 persen.

"Kalau kapasitas kelas hanya terpenuhi 30 persen berarti siswa hanya masuk ke kelas hanya tiga hari sekali. Kalau 50 persen, berarti 2 hari sekali, selebihnya pembelajaran tetap melalui daring," katanya.

Menurut dia, siswa dan guru merindukan PTM. Interaksi yang terbangun di dalam ruang kelas jauh membuahkan hasil yang positif dibanding belajar secara daring. Banyak siswa mengeluh karena belajar secara daring sulit dipahami, belum lagi ada yang terkendala ponsel, jaringan internet dan paket internet.

PTM yang dilaksanakan sejak 4 Oktober 2021 itu mendapat sambutan positif dari seluruh pihak. Meski demikian, protokol kesehatan tetap harus dilaksanakan secara ketat.

"Kami juga mengingatkan kepada seluruh guru dan siswa tidak euforia dengan kondisi COVID-19 yang saat ini terkendali. Kita harus bersama-sama menerapkan protokol kesehatan di lingkungan sekolah dan di lingkungan bermain," katanya.

Saat ini, jumlah kasus aktif COVID-19 di Tanjungpinang berdasarkan data 26 Oktober 2021 tinggal 4 orang.
 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE