Batam (ANTARA news) - Wakil Wali Kota Batam, Rudi, menghentikan operasional taksi Silver Cab Premier, sesuai dengan tuntutan ratusan pengemudi taksi koperasi, Selasa.
"Akan dikeluarkan surat edaran agar kegiatan Silver Cab dihentikan mulai hari ini," kata Wakil Wali Kota didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam Zulhendri dan Wakapolresta Barelang YS Widodo saat menemui ratusan pengunjuk rasa.
Surat edaran itu, kata dia, akan langsung berlaku Selasa (14/6). Dan bila pengemudi taksi lain menemukan Silver Cab di jalan, maka diminta melapor langsung ke Wakil wali Kota.
"Kalau bertemu di jalan, maka adukan langsung ke Pemkot Batam agar aktivitasnya dihentikan oleh Pemkot Batam," kata dia.
Ia mengatakan surat edaran penghentian operasionalisasi sementara taksi Silver Cab diberlakukan hingga keluar surat keputusan resmi mengenai kelanjutan izin usaha CV Manunggal Mandiri atau taksi Silver Cab.
Pemkot Batam, kata dia, juga akan memanggil pihak-pihak terkait operasional taksi beserta pejabat pemerintah pada Kamis (16/6) untuk memberikan keputusan final, serta kejelasan mengenai izin usaha CV Manunggal Mandiri.
Forum Komunikasi Pengemudi Taksi Pelabuhan Barelang mengeluarkan surat edaran kepada seluruh pengemudi taksi agar tidak beraktivitas di pelabuhan dan bandara, serta tidak melayani penumpang hingga surat keputusan penghentian operasional taksi silver cab diterbitkan.
Anto Duha Ketua FKPTPB mengatakan keberadaan taksi di Batam sudah sangat memprihatinkan karena persaingan yang semakin ketat.
Ia mengatakan harapan Pemkot Batam membina dan mengatur taksi dengan baik, dan tidak menambah permasalahan taksi di Batam dengan menambah taksi Silver Cab.
Pengunjuk rasa mengancam tidak membubarkan diri dari depan Kantor Pemkot Batam jika Wali Kota Batam dan Kadishub Batam tidak mencabut ijin usaha CV Manunggal Mandiri.
Pengunjuk rasa juga mengancam mendirikan tenda di depan Pemko Batam jika tuntutannya tidak dikabulkan.
Aksi unjuk rasa sempat memanas saat tidak satu pun perwakilan Pemkot turun menemui pengunjuk rasa. Aksi juga sempat diwarnai pembakaran ban.
(ANT-YJN/B012/Btm1)

Komentar