Natuna (ANTARA Kepri) - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Natuna Yusrizal mengatakan jumlah organisasi masyarakat di Natuna saat ini mencapai 264 buah.
"Saat ini terdata sebanyak 264 ormas," katanya, Jumat, di Ranai, Natuna. Ia merinci, masing-masing Ormas/OKP mencapai 213, sisanya LSM sebanyak 46, yayasan 3 dan 2 lembaga bantuan hukum.
Bakesbang akan rutin setiap tahun untuk melakukan pemantauan terhadap keberadaan Ormas/OKP dan pemantauan ini langsung ke sekretariat Ormas/OKP tersebut.
"Jika di lapangan, kita bisa langsung mendapati kekurangan guna verifikasi dan sekaligus melakukan pembinaan,"
jelasnya.
Ia mengatakan, standar yang diberlakukan terhadap Ormas/OKP tersebut meliputi dari segi kelengkapan sekretariat,
program kerja dan termasuk penggunaan dana bantuan sosial yang diberikan.
Secara terperinci untuk program kerja meliputi pula untuk program jangka pendek, menengah dan jangka panjang.
Karena, menurutnya, jika dana yang dihibahkan tidak menyentuh program, kondisi ini tidak bisa dibenarkan.
"Sebenarnya kita turun bukan untuk mencari kesalahan, namun melihat secara langsung dan silatuhrahmi sekaligus
pengawasan," urainya.
Bagaimanapun, tambahnya, organisasi tersebut merupakan mitra pemerintah. Namun, jika tidak bisa lagi dilakukan
pembinaan, terpaksa dibekukan.
"Contoh saja, pada tahun 2010, terjadi pembekuan terhadap 208 Ormas dan hanya 11 saja yang melakukan pemulihan," sebutnya.
Diketahui, Bakesbang Natuna, melalui SK 105/2010 sebanyak 124 Ormas dan SK 205/2010 sejumlah 108 Ormas.
(KR-RST/M020)

Komentar