KDRT di Batam Meningkat Dipicu Masalah Ekonomi

id KDRT,Batam,Meningkat,Dipicu,perceraian,hari,ibu,kekerasan,dalam,rumah,tangga,Masalah,Ekonomi

Pada kesempatan ini saya ingin mengajak kita semua. Hidup ini alangkah indahnya kalau semuanya bisa menyatu dengan keluarga. Mari sama-sama kita perbaiki
Batam (Antara Kepri) - Wakil Wali Kota Batam Kepulauan Riau Muhammad Rudi mengakui Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) di kota itu terus meningkat, dan mayoritas dipicu masalah ekonomi.

"Angka perceraian dan KDRT di Batam cukup tinggi, ini harus kami selesaikan supaya tidak bertambah," kata Wakil Wali Kota dalam apel peringatan Hari Ibu di Batam, Selasa.

Caranya kata dia melalui perbaikan ekonomi, sehingga pemerintah kota mendorong agar perekonomian dan industri di kota itu terus meningkat agar mampu mengangkat kesejahteraan seluruh warganya, demi menekan angka perceraian.

Ia mengatakan pemerintah memiliki berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, di antaranya program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan program Beras Miskin (Raskin).

Pemerintah juga berupaya menggerakkan ekonomi masyarakat melalui berbagai pelatihan kerja serta wirausaha, termasuk bantuan modal awal untuk membuka usaha.

Selain dipicu masalah ekonomi, KDRT di Batam juga disebabkan kurangnya pengetahuan agama. Karenanya pemerintah berencana mengaktifkan majelis taklim hingga tingkat Rukun Tetangga.

Ia yakin, bila dalam keluarga terdapat landasan agama yang kuat, maka tidak akan terjadi kekerasan dalam rumah tangga.

"Dalam visi saya, seluruh majelis taklim akan dibuat hingga tingkat RT," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota juga mengajak seluruh warga untuk kembali pada keluarga, agar memperoleh kebahagiaan.

"Pada kesempatan ini saya ingin mengajak kita semua. Hidup ini alangkah indahnya kalau semuanya bisa menyatu dengan keluarga. Mari sama-sama kita perbaiki," kata Rudi. (Antara)

Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar