Yusrizal: cegah kanker serviks sejak remaja

id kanker serviks,dprd kepri,yusrizal,karimun

Anggota DPRD Kepri Yusrizal berbincang dengan Ketua IBI Karimun Yeli dalam kegiatan Deteksi Dini Kanker Serviks melalui IVA dan Sadari, yang digelar untuk Istri-istri Karyawan Timah (IIKT), Rabu (21/2). (Antaranews Kepri/Rusdianto)

Jangan malu untuk memeriksakan diri. Bapak-bapak dan para suami juga harus berperan dalam mendeteksi kanker serviks sejak dini
Karimun (Antaranews Kepri) - Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Yusrizal, mengatakan bahaya kanker serviks atau leher rahim harus dicegah sejak remaja dengan cara memberikan imunisasi.

"Jadi tidak hanya kepada wanita dewasa, imunisasi untuk mencegah kanker serviks harus dilakukan sejak usia remaja. Anak-anak remaja putri di SMA sudah bisa dilakukan imunisasi," kata Yusrizal di sela acara Deteksi Dini Kanker Serviks kepada Istri-istri Karyawan Timah (IIKT) di Wisma Timah, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, Rabu.

Yusrizal mengatakan, biaya imunisasi kanker serviks memang mahal, bisa lebih dari satu juta untuk sekali imunisasi, namun pemberian imun penting.

"Memang mahal, tapi kalau sudah sakit jauh lebih mahal. Pemeriksaan kanker secara dini penting sekali, karena terapinya juga bisa maksimal," ujar Yusrizal yang juga seorang dokter.

Persoalannya selama ini, kata dia, kasus kanker serviks kebanyakan baru terungkap setelah memasuki stadium 2 atau 3 sehingga sulit diobati.

"Jangan malu untuk memeriksakan diri. Bapak-bapak dan para suami juga harus berperan dalam mendeteksi kanker serviks sejak dini," kata dia.

Dia juga berharap kepada pemerintah daerah, menyosialisasikan pentingnya deteksi dini kanker serviks kepada remaja di sekolah-sekolah.

Dia juga mengatakan telah memperjuangkan anggaran provinsi untuk pelatihan bidan mendeteksi dini kanker serviks di Karimun, tahun ini.

"Dengan pelatihan kepada bidan yang tergabung dalam IBI, saya harapkan 1.000 wanita usia subur dapat mengikuti pemeriksaan kanker serviks pada tahun ini," kata politikus Partai Hanura dari daerah pemilihan Kabupaten Karimun.

Di tempat yang sama, Ketua IBI Karimun, Yeli mengatakan kesadaran wanita untuk deteksi dini kanker serviks atau IVA (inspeksi visual asam asetat) di Indonesia, rendah. Berdasarkan data BPS 2016, hanya sekitar 3,5 persen yang melakukannya. Sedangkan imunisasi hanya dilakukan 7,5 persen.

"Kami dari IBI terus melakukan sosialisasi secara sukarela, bahkan swadaya dari anggota untuk menyosialisasikan deteksi dini kanker serviks di kalangan wanita di Karimun," kata dia.

Sementara ini, kata Yeli, data penderita kanker serviks di Karimun hanya tiga kasus, dan ketiganya sudah memasuki stadium 2 dan 3, bahkan satu di antaranya mengidap HIV/AIDS.

"Kanker serviks juga bisa muncul karena seks bebas, perilaku hidup tidak sehat dan asal menggunakan pembalut," kata dia.

Kegiatan deteksi dini kanker serviks tersebut diikuti sekitar 320 anggota IIKT yang dibiayai oleh PT Timah Tbk, dan didukung IBI Karimun.

Editor : Yunita
Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar