Richard Nainggolan: Kami tidak bekerja sendiri

id Kepala BNNP Kepri,Richard Nainggolan,penyelundupan narkoba

Kepala BNN Provinsi Kepulauan Riau, Brigjen Richard Nainggolan. (Antaranews Kepri/Messa Haris)

Kita ini pulau terdepan yang langsung berhubungan dengan luar negeri, pasti orang banyak mengunjungi Batam, dan inilah yang dimanfaatkan. Dan dari kasus-kasus yang ada, narkotika banyak dimasukkan ke Indonesia melalui Batam
PENYELUNDUPAN narkoba di Provinsi Kepulauan Riau kian marak pada 2018, guna menekan itu Badan Narkotika Nasional (BNN) terus melakukan komunikasi dan membentuk tim interdiksi terpadu terdiri dari Polri, TNI, Bea dan Cukai, Syahbandar hingga ke masyarakat. 

Kepala BNN Provinsi Kepri Brigjen Richard Nainggolan, di Batam, Kamis, mengatakan, saat ini pihaknya tidak sendiri memerangi bahaya narkotika karena seluruh elemen dilibatkan untuk sama-sama memerangi narkotika. 

"Kami tidak bekerja sendiri, kami bersama-sama instansi terkait dan masyarakat akan berupaya mempersempit ruang gerak penyelundupan narkotika," katanya.

Richard menambahkan karena tidak ada satu pun wilayah di Indonesia yang terbebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. 

Sehingga, Presiden Joko Widodo mengeluarkan pernyataan bahwa Indonesia masuk dalam kategori darurat narkoba dan itu merupakan himbauan kepada semua pihak untuk waspada dan bergerak bersama-sama mengawasi peredaran zat berbahaya tersebut. 

Tidak terkecuali Provinsi Kepulauan Riau dan BNNP Kepri terus mengerakkan masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba. "Kegiatan-kegiatan yang kita lakukan lebih masif pada darurat narkoba itu," ujarnya.

Jenderal bintang satu itu mengatakan daerah kepulauan menjadi salah satu konsekuensi yang tidak bisa dihindari dan harus dihadapi Provinsi Kepri. Terlebih Kota Batam yang memiliki status Free Trade Zone (FTZ) dan berbatasan langsung dengan beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam dan Kamboja. 

"Kita ini pulau terdepan yang langsung berhubungan dengan luar negeri, pasti orang banyak mengunjungi Batam, dan inilah yang dimanfaatkan. Dan dari kasus-kasus yang ada, narkotika banyak dimasukkan ke Indonesia melalui Batam," katanya. 

Agar hal itu tidak terus terjadi, BNN terus memperkuat pengawasan terutama di lokasi lalu lintas orang antarnegara resmi seperti pelabuhan dan bBandara. 

"Pelabuhan tidak resmi juga kita lakukan pengawasan bekerja sama dengan Polda, seluruh unsur TNI, Bea dan Cukai termasuk pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengawasi jalur-jalur masuk ke Provinsi Kepri," ujarnya. 

Richard mengatakan pengawasan tidak hanya di pintu masuk, hal yang sama dilakukan di pintu keluar. Dengan harapan ruang gerak pelaku penyelundupan narkotika semakin terjepit. 

"Jadi ada kespesifikan sendiri untuk Batam jalur masuk da keluar kita awasi secara ketat," katanya.

Bentuk Relawan

BNNP Kepri membentuk relawan yang peduli terhadap penyalahgunaan narkotika sehingga dapat menjaga pintu masuk di daerah mereka masing-masing.

"Kita membentuk pegiat narkoba di pesisir pantai dengan harapan mereka bisa menjaga pintu masuk dan paling tidak mereka mau memberikan informasi," katanya.

Hal itu, kata jenderal kelahiran Binjai Sumatera Utara itu, sebagai salah satu upaya meningkatkan daya tangkal masyarakat dan permintaan bisa diputus dengan mudah.

"Kita memutus suplai dan demainnya itu melalui pembentukan relawan-relawan antinarkoba dan pegiat di instansi pemerintah, swasta dan masyarakat," ujarnya.

Dengan adanya relawan tersebut diharapkan dapat menyampaikan kepada masyarakat bahwa zat-zat berbahaya ada di sekitar mereka.

Menurut Richard, selama 2018 saja sudah ada 2,7 ton lebih narkotika jenis sabu yang tertangkap di Provinsi Kepri.

Kata Richard kemungkinan ada pelaku yang dikorbankan untuk memuluskan narkotika lainnya lolos dari pengawasan penegak hukum di wilayah Kepri ini.

Karena bagi mereka kata Richard narkotika merupakan bisnis dan akan mencoba berbagai cara, namun pihaknya akan terus berusaha untuk tidak terkecoh dengan para pelaku penyeludup narkoba. 

"Jangan sampai kita fokus kepada yang terlihat saja dan yang tidak terlihat kita lakukan penyelidikan, intinya pengawasan kita lakukan dan di dalam kita lakukan penyelidikan," katanya. 

Hal itu terbukti dengan ditangkapnya para pelaku penyelundupan narkotika dan ada 21 orang diamankan. Dari jumlah itu 10 orang diantaranya adalah Warga Negara Asing (WNA).  

"Seperti kasus yang kita ungkap beberapa waktu lalu, berapa kilo sabu dan ekstasi yang sudah ada di Kota Batam," katanya.

Pihaknya juga terus melakukan komunikasi dengan penegak hukum di Malaysia serta saling tukar informasi terkait barang haram tersebut.

Namun dia tidak bisa mengatakan jika negara tetangga tersebut sengaja melepas narkotika dan dibiarkan masuk ke Indonesia melalui Kota Batam. Karena kata dia semua negara menginginkan wilayahnya aman. 

"Mereka juga bisa mengatakan Indonesia meloloskan, tapi apakah itu ada atau mungkin, semuanya serba mungkin. Tapi saya tidak mau mengatakan mereka sengaja meloloskan," ujarnya.

Selidiki Tempat Hiburan

Richard menambahkan para pencandu narkotika kerap masuk ke Tempat Hiburan Malam (THM). Namun dia tidak bisa memastikan jika di THM merupakan salah satu lokasi peredaran dan ada transaksi narkotika. 

"Memang salah satu tempat penyaluran orang mengkonsumsi narkotika adalah ke THM, tapi saya tidak bisa mengatakan iya atau tidak di THM merupakan tempat peredaran narkotika," ujarnya. 

Menurut Richard saat ini pihaknya terus melakukan penyelidikan terhadap seluruh THM yang ada di Provinsi Kepri terutama di Kota Batam. Richard mengatakan selain mendatangi THM para pecandu narkotika kerap merasakan halusinasi. 

Sehingga ada juga para pencandu narkotika lebih memilih berdiam diri daripada harus ke THM. Sementara itu untuk jenis narkoba baru seperti yang ramai dibicarakan di media sosial, hingga saat ini belum ada ditemukan di Provinsi Kepri. 

"Kemarin itu ada yang dicurigai yaitu permen, tapi setelah dicek hasilnya negatif," ujarnya. 

Yakin pegawai BNN bersih

Richard yakin jika semua pegawainya saat ini bersih dari narkotika. Bahkan pihaknya sudah melakukan tes urine kepada pegawainya dan hasilnya negatif. 

"Sampai saat ini saya yakin (pegawai BNN bebas dari narkotika)," katanya.

Menurut Richard semua pegawai BNN sudah pernah tes unrine dan hasilnya bersih dari zat berbahaya tersebut. 

"Dulu pernah ada yang kita pulangkan, tapi sekarang sudah yakin, kita punya komitmen dan itu modal dasar kita," ujarnya. 

Masuk kurikulum pendidikan

Richard berharap bahaya narkotika dapat masuk dalam kurikulum pendidikan sehingga para pelajar mengetahui efek apa saja yang terjadi jika mengkonsumsi barang haram tersebut. 

Dia mengatakan dengan adanya kurikulum pendidikan mengenai bahaya narkotika akan menjadi salah satu cara untuk menangkal peredaran dan menekan pengguna obat-obat berbahaya itu. 

"Saya sudah sampaikan ke bapak Gubernur, Bupati dan Wali Kota sehingga anak-anak kita memahami dan paham mengenai bahaya narkoba sehingga muncul daya tangkalnya," katanya. 

Richard menambahkan kurikulum tersebut nantinya masuk dalam mata pelajaran mulai tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menegah Atas (SMA). 

Selain itu pihaknya juga mengandeng para nelayan agar lebih waspada terhadap bahaya narkotika. 

Karena masuknya barang-barang haram itu banyak dilakukan melalui jalur laut. Hal itu kata Richard sebagai salah satu upaya pihaknya untuk menangkal masuknya narkotika. Sehingga para nelayan tidak diperalat para mafia narkotika. 

"Kemarin kita sudah bertemu dengan para nelayan, kita berharap agar para nelayan kita mau peduli atad bahayanya narkotika supaya daya tangkalnya tinggi," kata dia. 

Richard mengatakan dalam upaya menekan peredaran narkoba di Provinsi Kepri, BNN tidak bekerja sendiri namun bekerjasama dengan lintas instansi seperti Bea dan Cukai, TNI, Polri dan instansi lainya. 

Masyarakat, lanjut Richard, menjadi salah satu kekuatan lain untuk menekan peredaran narkotika di wilayah Provinsi Kepri. 

Richard menambahkan BNN, TNI, Polri dan instansi lainnya tidak dapat bergerak sendiri untuk mencegah masuknya narkotika. "Kita semua harus bergerak termasuk masyarakat," ujarnya. (Antara)

Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar