Jumlah peserta calon komisioner Bawaslu Kepri membludak

id seleksi,bawaslu,kepri

Badan Pengawas Pemilu (antaranews.com)

Artinya jumlah peserta sudah melewati target minimal sehingga kami tidak memperpanjang jadwal pendaftaran
Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Jumlah peserta seleksi Penambahan Calon komisioner Bawaslu Kepulauan Riau membludak pada hari terakhir pendaftaran.

Ketua Tim Seleksi Penambahan Calon Komisioner Bawaslu Kepri, Otong Rosadi, yang dihubungi dari Tanjungpinang, mengatakan hingga Rabu petang, jumlah peserta mencapai 25 orang.

Baca juga: Timsel imbau warga ikut seleksi Bawaslu Kepri

"Jumlah peserta seleksi hari ini bertambah 17 orang," ujarnya.

Otong mengatakan tim seleksi sejak awal sudah memperkirakan jumlah peserta membludak mulai H-1 penutupan pendaftaran hingga hari ini. Batas minimal peserta dalam penerimaan berkas persyaratan Penambahan Calon Anggota Bawaslu Kepri sebanyak 16 orang.

Jika tidak memenuhi target minimal tersebut, tim seleksi telah menyiapkan skenario kedua yakni memperpanjang masa pendaftaran.

"Artinya jumlah peserta sudah melewati target minimal sehingga kami tidak memperpanjang jadwal pendaftaran," katanya.

Otong mengemukakan sejumlah peserta belum melengkapi berkas persyaratan pencalonan. Mereka memiliki waktu hingga 15 Mei 2018 untuk melengkapinya.

"Masing-masing peserta yang persyaratannya belum lengkap sudah diinformasikan," ujarnya.

Tim seleksi akan meneliti persyaratan secara mendalam dalam beberapa hari ini sebelum ditetapkan dalam rapat pleno. Peserta yang dinyatakan lulus seleksi administrasi akan diumumkan di sejumlah media massa.

Kemudian dibuka tahapan untuk mendapatkan tanggapan dari masyarakat. Peserta yang lulus tes administrasi akan mengikuti tahapan seleksi selanjutnya.

"Ujian tertulis berbasis komputer dilaksanakan di Batam pada 20 Mei 2018, kemudian dilanjutkan dengan tes psikologi 21-22 Mei 2018 di Batam," katanya.

Sementara tes kesehatan diselenggarakan pada 28-30 Mei 2018, dilanjutkan dengan tes wawancara pada 31 Mei 2018.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar