Imigrasi awasi kunjungan WN Amerika di Pulau Lengkang

id Imigrasi belakangpadang,Imigrasi,Wasdakim,Pengawasan orang asing,Wisman amerika

Wisman asal Amerika melakukan kegiatan sosial gotong royong bersama masyarakat di Pulau Lengkang. (Antaranews Kepri/Pradanna Putra)

Namun lanjut Washono, sebagai insan Imigrasi pihaknya harus memastikan bahwa tidak terdapat penyalahgunaan izin tinggal maupun tindak pidana keimigrasian yang terjadi pada saat kegiatan berlangsung.
Batam (Antaranews Kepri) - Kantor Imigrasi Kelas II Belakangpadang mengawasi kunjungan wisman asal Amerika yang ingin mengenal budaya melayu perbatasan di Pulau Lengkang, Kota Batam.

"Ada 37 orang wisatawan yang keseluruhannya berkewarganegaraan Amerika datang bersama 14 juru bahasanya," kataKasi Wasdakim Kanim Kelas II Belakangpadang, Washono, Rabu.

Washono mengatakan, kedatangan mereka ke Pulau Lengkang yang berada di Kecamatan Belakangpadang telah berlangsung sejak (1/7) hingga (4/7) setelah sebelumnya telah mendapat izin dari Telunas Beach Resort (penjamin) serta perangkat rt/rw setempat.

Telunas Beach Resort kata Washono sering membawa wisman asing ke pulau-pulau sekitar Kecamatan Belakangpadang yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Singapura. Kegiatan sosial itu lanjut Washono telah berlangsung sejak sepuluh tahun terakhir.

Di pulau-pulau tersebut, para wisman ingin mempelajari beragam keunikan budaya melayu tempatan. Seperti gaya hidup gotong royong masyarakat, tata cara makan, cita rasa masakan hingga tarian dan musik khas melayu yang tidak banyak dimiliki daerah lainnya di Indonesia.

"Para wisman juga turun langsung bersama warga sekitar untuk membangun lapangan sepak takraw secara gotong royong," kata Washono.
Wisman asal Amerika foto bersama dengan petugas Kantor Imigrasi Kelas II Belakangpadang saat melakukan kegiatan sosial di Pulau Lengkang. (Antaranews Kepri/Pradanna Putra)

Pembangunan lapangan sepak takraw di Pulau Lengkang tambah Washono secara pembiayaan berasal dari para wisman dengan alokasi dana sebesar Rp.6.400.000 untuk membeli bahan serta perlengkapan.

Selain mempelajari budaya dan melakukan kegiatan gotong royong, para wisman asal Amerika kata Washono juga mengajarkan pendidikan formal kepada anak-anak baik melalui kegiatan di sekolah maupun di balai pertemuan.

"Kegiatan rutin para wisman ini tentunya sangat menguntungkan bagi warga sekitar di daerah perbatasan," ujarnya.

Baca juga: Imigrasi Belakangpadang awasi 138 pulau di perbatasan

Namun lanjut Washono, sebagai insan Imigrasi pihaknya harus memastikan bahwa tidak terdapat penyalahgunaan izin tinggal maupun tindak pidana keimigrasian yang terjadi pada saat kegiatan berlangsung.

"Sejauh pengawasan kami secara langsung di lapangan semua berjalan baik tanpa adanya pelanggaran yang dilakukan para wisman, dan mereka pun juga membaur tinggal bersama di sepuluh rumah warga setempat," ucapnya. (Antara)
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar