SKK Migas eksplorasi sumur baru di Anambas

id Skk migas,Eksplorasi sumur baru,Anambas

Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Kanya Kainama (jilbab putih) memberikan cenderamata kepada Kepala Biro Antara Kepri, Evy Ratnawati Syamsir. (Antaranews Kepri/Messa Haris)

Sayangnya, saat ini masyarakat di Anambas yang mayoritas nelayan kerap mendekati titik eksplorasi sembari merokok. Hal itu menjadi kendala utama pihaknya dalam mengeksplorasi sumur baru di Anambas. 
Batam (Antaranews Kepri) - Guna meningkatkan produksi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Sumatera Bagian Utara akan mengeksplorasi sumur baru di perairan Kabupaten Kepulauan Anambas.

"Minyak kita itu diprediksi tinggal 12 tahun dan gas 37 tahun lagi, jadi kita harus mengekplorasi cadangan-cadangan baru," kata Senior Manager Relations & Security Medco E&P Natunali, Drajat Iman Panjawi, saat melakukan kunjungan media di Kantor Biro LKBN Antara Kepri di Batam, Rabu.

Drajat mengatakan guna melakukan itu pihaknya melakukan konsorsium dengan Medco Energi Oil dan Gas, Premier Oil, dan Star Energy.

"Kami beroperasi di Anambas dan Natuna, dan produksi kami termasuk yang terbesar di Indonesia," kata Drajat. 

Drajat menambahkan kegiatan oil dan gas di Anambas tidak hanya memberikan devisa bagi negara, namun juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal untuk Provinsi Kepri. 

Kata Drajat, eksplorasi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan energi bagi penduduk Indonesia yang setiap tahun terus bertambah. 

"Contohnya itu mobil dan listrik, semuanya membutuhkan energi," kata dia.

Menurut dia, untuk melakukan eksplorasi dibutuhkan waktu yang cukup lama, serta harus dilakukan kajian yang mendalam apakah benar di titik eksplorasi tersebut terdapat minyak.

"Setelah itu kita baru mengajukan perizinan kepada pemerintah untuk pengajuan biaya," ucapnya. 

Setelah dilakukan eksplorasi, diperlukan waktu sekitar 10 sampai 11 tahun untuk menunggu minyak atau gas keluar dari titik eksplorasi.

"Ini (eksplorasi) memerlukan waktu jangka panjang," tuturnya.

Sayangnya, saat ini masyarakat di Anambas yang mayoritas nelayan kerap mendekati titik eksplorasi sembari merokok. Hal itu menjadi kendala utama pihaknya dalam mengeksplorasi sumur baru di Anambas. 

"Ini sangat bahaya bagi nelayan itu sendiri," ujarnya. 

Karena itu pihaknya melakukan sosialisasi dengan cara membuat poster dengan tema memancing dengan selamat.

Dengan begitu diharapkan masyarakat tidak lagi mendekat ke titik eksplorasi.

"Jarak amannya itu, 500 meter," jelasnya.(Antara)
Pewarta :
Editor: Danna Tampi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar