Dwi Ria prihatin peredaran narkoba di Pulau Buluh

id Bahaya narkoba di perbatasan,Narkoba di pulau buluh

Anggota Komisi II DPR RI Dwi Ria Latifa menyalami masyarakat Pulau Buluh Kota Batam, Provinsi Kepri. (Antaranews Kepri/Messa Haris)

anak-anak di Pulau Buluh bahkan nekat mencopot tiang bendera di salah satu sekolah tersebut untuk memperoleh barang haram tersebut. 
Batam (Antaranews Kepri) - Anggota Komisi II DPR RI, Dwi Ria Latifa prihatin dengan laporan dari masyarakat mengenai peredaran narkoba yang dilakukan terang-terangan di Pulau Buluh, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

"Tadi saya diberitahukan ibu-ibu kalau membeli narkoba di sini (Pulau Buluh) seperti membeli kacang goreng," kata Dwi Ria Latifa, di Batam, Sabtu.

Dwi Ria mengatakan anak-anak di Pulau Buluh bahkan nekat mencopot tiang bendera di salah satu sekolah tersebut untuk memperoleh barang haram tersebut. 

"Bukan hanya mengambil uang orang tuanya saja, tapi sampai menjual tiang bendera untuk membeli narkoba," kata dia.

Dwi Ria mengungkapkan bahaya narkoba di Pulau Buluh sudah sangat mengkhawatirkan. 

"Karena ini pulau banyak pelabuhan tikusnya, BNN dan kepolisian harus memberikan perhatian khusus di pulau ini," tegasnya.

Ia pun menambahkan, para orang tua di Pulau Buluh, diminta untuk terus mencermati prilaku anak-anak mereka di rumah.  Karena beberapa waktu lalu, dirinya meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menaikkan tipe Polda Kepri yang awalnya tipe B menjadi A. 

"Saya berharap dengan naiknya tipe itu, proses pengamanannya dapat lebih dimaksimalkan," ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, yang harus dilakukan masyarakat Pulau Buluh adalah waspada dini terhadap bahaya narkoba.

Tokoh masyarakat Pulau Buluh, Rudi mengatakan, untuk mengantisipasi masuknya narkoba pihaknya melakukan pendekatan dengan warga.

"Kalau ada hal-hal yang mencurigakan maka 11 RT bersama kepolisian langsung melakukan pendekatan dan itu cepat terdeteksi," kata Rudi. 

Meski seluruh elemen sudah bekerjasama dengan baik, kata Rudi, narkoba tetap masuk ke Pulau Buluh. 

"Kecolongan itu tetap ada, tapi tetap kita jaga wilayah kita dengan baik," ucapnya.(Antara)  
Pewarta :
Editor: Danna Tampi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar