52 ton gula murah untuk operasi pasar di Riau dan Kepri

id bulog riau, bulog riau kepri, gula pasir murah

52 ton gula murah untuk operasi pasar di Riau dan Kepri

Proses dan bungkus gula pasir yang akan digelontorkan ke  pasar tradisional oleh Bulog Riau Kepri. (ANTARA/Vera Lusiana)

 Pekanbaru (ANTARA) - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Wilayah Riau dan Kepri menggelontorkan sebanyak 52 ton gula pasir murah ke pasar tradisional yang nantinya dijual seharga Rp12.500 per kilogram.

"Operasi pasar gula pasir tadi dilepas Gubernur Riau, dan disebar ke seluruh pasar tradisional se Provinsi Riau dan Kepulauan Riau," kata Kepala Bulog Riau Abdul Muis S Ali di Pekanbaru, Senin.

Abdul Muis S Ali mengatakan pasar murah gula ini sesuai dengan perintah Kementerian Perdagangan untuk menstabilkan dan menyediaakan stok saat permintaan meningkat menjelang Idul Fitri 1441 Hijriyah.

"Tadi sudah dilepas kurang lebih 52 ton gula ke seluruh pasar di Riau dan Kepri," katanya.

Tujuannya, kata dia, dalam rangka menjaga stabilitas harga menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1441 H/2020 M. Untuk pendistribusian dan pemasaran Bulog bekerjasama dengan mitra Rumah Pangan Kita, pedagang di pasar tradisional, dengan syarat membuat perjanjian harus menjual seharga Rp12.500, dan mencantumkan logo spanduk operasi pasar gula.

"Masyarakat bisa beli berapa saja tidak dibatasi, tentunya pada tempat-tempat yang mencantumkan logo pasar murah gula," katanya.

Bukan hanya gula, Bulog juga menjual beras, minyak goreng dan tepung terigu dengan harga lebih murah dibanding harga pasaran.

"Pendistribusian gula pasir ini juga diharapkan dapat mengatasi melonjaknya harga gula yang kini mencapai Rp18.000 per kilogram," ujarnya.

Sementara itu Gubernur Riau Syamsuar menjelaskan operasi pasar merupakan kebijakan dari pemerintah dalam rangaka menjaga stabilitas harga menghadapi Hari Raya Idul Fitri.

Operasi pasar ini akan diluncurkan di 12 kabupaten/kota yang ada di Riau untuk menjaga harga pangan dapat terjaga di Provinsi Riau.

"Saya menyambut baik operasi pasar ini, terimakasih kepada Bulog yang telah membuat kebijakan dalam menjaga stabilitas harga dalam suasana pandemi ini," lanjutnya.

Menurutnya, dalam masa pandemi saat ini tentu masyarakat Riau sangat membutuhkan ketersediaan pagan untuk menyambut Hari Raya tentu dengan harga yang dapat dijangkau.

"Semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat dan ketersediaan pangan dapat terjaga di seluruh kabupaten/kota . Mari kita saling memperhatikan harga pangan di Riau agar tidak terjadi penumpukan dan kenaikan harga," tukas Syamsuar.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar