Pandemi COVID-19 tidak pengaruhi nilai ekspor Kepri

id Ekspor

Pandemi COVID-19 tidak pengaruhi nilai ekspor Kepri

Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Tanjungpinang saat melepas ekspor santan kelapa senilai Rp1,3 miliar ke Jerman. (Foto/Balai Karantina Pertanian Tanjungpinang)

Tanjungpinang (ANTARA) - Kepala Bidang Distribusi Statistik di Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri Rahmad Siswanto, menyatakan nilai ekspor di daerah tersebut pada bulan Mei 2020 naik 1,30 persen meski di tengah pandemi COVID-19.

"Walaupun dalam situasi pandemi, aktivitas ekspor Provinsi Kepri Mei 2020 mencapai 859,50 juta dolar AS atau naik sebesar 1,30 persen dibanding April 2020," kata Rahmad Siswanto, Selasa.

Kenaikan ekspor tersebut, kata dia, dikarenakan ekspor minyak dan gas (migas) Mei 2020 mencapai 186,07 juta dolar AS atau naik sebesar 50,77 persen dibanding April 2020.

Namun, ekspor nonmigas pada Mei 2020 mencapai 673,42 juta dolar AS atau turun 7,12 persen dibanding April 2020.

"Total ekspor kumulatif periode Januari-Mei 2020 Provinsi Kepri adalah sebesar 4.860,65 juta dolar AS. Jika dibanding dengan total ekspor kumulatif Januari-Mei 2019 mengalami kenaikan sebesar 0,80 persen yaitu dari 4.821,93 juta dolar AS menjadi 4.860,65 juta dolar AS. Naiknya nilai ekspor Januari-Mei 2020 disebabkan oleh naiknya ekspor kumulatif sektor nonmigas sebesar 41,10 persen," ungkapnya.

Lebih lanjut, selama Januari-Mei 2020, Singapura menjadi negara tujuan ekspor nonmigas terbesar mencapai 1.275,45 juta dolar AS dengan peranannya sebesar 33,02 persen dan juga menjadi negara tujuan ekspor migas terbesar mencapai 862,51 juta dolar AS dengan peranannya sebesar 86,47 persen.

Adapun nilai ekspor Provinsi Kepri Januari-Mei 2020 terbesar melalui Pelabuhan Batu Ampar 2.154,48 juta dolar AS, diikuti Pelabuhan Sekupang 683,16 juta dolar AS Pelabuhan Kabil/Panau 540,81 juta dolar AS, Pelabuhan Tarempa 503,70 juta dolar AS, dan Pelabuhan Tanjung Balai Karimun 424,46 juta dolar AS.

"Peranan kelima Pelabuhan terhadap ekspor Januari-Mei 2020 sebesar 88,60 persen," sebut Rahmad.

Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar