Kemenag siapkan jaringan internet pembelajaran di normal baru

id Kanwil Kemenag Riau,pembelajaran,normal baru,jaringan internet

Kemenag siapkan jaringan internet  pembelajaran di normal baru

Kepala Kanwil Kemenag Riau Dr Mahyuddin. (FOTO ANTARA/HO-Pemprov Riau)

Provinsi Riau (ANTARA) - Kanwil Kemenag Riau kini terus mematangkan persiapan jaringan internet dan listrik untuk mendukung proses pembelajaran dalam jaringan (daring) di era tatanan kenormalan baru agar kegiatan pendidikan di daerah itu tetap berjalan dengan baik.

"Di Riau tentunya kita akan memperkuat jaringan listrik dan internet, bekerja sama dengan provider telekomunikasi untuk penyediaan kuota terjangkau untuk siswa, guru dan tenaga pendidikan serta mengeluarkan panduan kurikulum darurat," kata Kepala Kanwil Kemenag Riau, Mahyudin di Pekanbaru, Jumat.

Menurut dia kebijakan ini ditempuh karena hampir sebagian besar aktivitas pendidikan dilakukan secara daring, mulai dari ujian kenaikan kelas, penerimaan siswa baru dan pelaksanaan belajar.

Apalagi untuk masa normal baru, katanya, madrasah telah menerapkan beberapa model pembelajaran, yakni ada yang daring, luar jaringan (luring) maupun kombinasi.

Selain itu, untuk tingkat universitas juga telah memiliki model pembelajaran sendiri agar aktivitas pendidikan tetap bisa berjalan dengan mencapai target-target pembelajaran yang telah ditetapkan.

"Guru dan dosen sebagai salah satu komponen esensial dalam suatu sistem pendidikan di sekolah dan perguruan tinggi, maka guru dan dosen memiliki peran, tugas, dan tanggung jawab yang sangat penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, meningkatkan kualitas manusia Indonesia, meliputi kualitas iman dan takwa, akhlak mulia, dan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni," katanya.

Sementara itu, COVID-19 telah berdampak kepada proses pembelajaran dan pengajaran di berbagai jenjang pendidikan, khusus di madrasah seperti yang telah disampaikan oleh Menteri Agama, Fachrul Razi bahwa tercatat 13 program penanggulangan dampak COVID-19.

Sebanyak 13 program Kemenag tersebut di antaranya adalah, penguatan jaringan listrik dan internet, bekerja sama dengan provider telekomunikasi untuk penyediaan kuota terjangkau untuk siswa, guru dan tenaga pendidikan, serta mengeluarkan panduan kurikulum darurat dan lainnya, demikian Mahyudin.
 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar