Kantor Disdik Bengkalis ditutup seminggu karena dua pegawai positif COVID-19

id disdik bengkalis, bengkalis, kabupaten bengkalis, corona bengkalis,covid-19 bengkalis

Kantor Disdik Bengkalis ditutup seminggu karena dua pegawai positif COVID-19

Ilustrasi - Salah seorang PN Bengkalis di cek suhu tubuhnya oleh petugas medis dari RSUD Bengkalis. ANTARA/Alfisnardo/am.

Bengkalis (ANTARA) - Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau ditutup selama seminggu menyusul adanya dua pegawai instansi tersebut terkonfirmasi positif COVID-19.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis Agusfridimalis di Bengkalis, Selasa, menyebutkan kedua ASN, masing-masing HS (52) dan S (52), diketahui positif COVID-19 saat mengikuti tes usap massal yang dilakukan terhadap sekitar 240 pegawai Disdik dan guru di sejumlah sekolah.

"Kita tutup untuk seminggu sambil menunggu perkembangan lebih lanjut," ujarnya.

Ia menjelaskan walaupun ASN itu bekerja di satu bidang, tidak tertutup kemungkinan ada ASN lain yang sudah melakukan kontak fisik dengan yang bersangkutan.

Untuk itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk melakukan tes usap terhadap mereka yang sudah pernah kontak dengan dua orang tersebut.

"Kapan akan buka kembali tergantung hasil tes 'swab' (usap) terhadap pegawai yang pernah berhubungan dengan keduanya," kata Agus.

Walaupun kantor tutup, kata dia, para ASN di Disdik Kabupaten Bengkalis tetap bekerja sesuai dengan tupoksi masing-masing.

"Pekerjaan pelayanan yang sifatnya bisa melalui komunikasi baik telepon maupun internet tetap berjalan. Namun, yang berhubungan dengan administrasi sementara kita hentikan," katanya.

Beberapa hari sebelumnya, sejumlah guru sekolah di Bengkalis telah menjalani tes usap dan hasilnya negatif. Hal itu terkait dengan adanya seorang guru yang sebelumnya dinyatakan positif COVID-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis dr Ersan Saputra mengatakan berdasarkan riwayat perjalanan, baik HS maupun S, pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit sehingga berkemungkinan besar mereka terinfeksi COVID-19 dari daerah tersebut, bukan dari almarhum Ny. Z.

Pihaknya selanjutnya melakukan penelusuran baik dari keluarga maupun ASN yang berhubungan dengan HS maupun S, dengan jumlah total sekitar 14 orang yang akan menjalani tes usap.

"Untuk Ny. HS itu melakukan isolasi mandiri sedangkan Ny. S sudah kita isolasi di RSUD Bengkalis," kata dia.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar