China gratiskan vaksin COVID-19 untuk warganya

id vaksin COVID-19 di China

China gratiskan vaksin COVID-19 untuk warganya

Warga memberikan formulir untuk menerima vaksin penyakit virus korona (COVID-19) di tempat vaksinasi sementara di distrik Chaoyang, Beijing, China, Minggu (3/1/2021). (ANTARA FOTO/cnsphoto via REUTERS/rwa/cfo)

Beijing (ANTARA) - Pemerintah China akan menggratiskan vaksin COVID-19 untuk warganya apabila vaksin itu telah tersedia untuk masyarakat, kata seorang pejabat, Sabtu.

Seorang pejabat Komisi Kesehatan Nasional, Zheng Zhongwei, mengatakan pemerintah dapat menyediakan vaksin gratis untuk warganya, meskipun ada biaya produksi dan distribusi vaksin.

"Warga kami tidak harus membayar satu sen pun untuk vaksin," kata Zheng saat jumpa pers di Beijing.

China pada akhir Desember 2020 mengeluarkan izin pakai massal pertamanya untuk vaksin COVID-19. Tiga vaksin COVID-19 buatan China saat ini telah memperoleh izin pakai darurat sehingga dapat diberikan untuk kelompok yang rentan tertular, di antaranya tenaga kesehatan.

Pemerintah China memperluas program vaksinasi pada pertengahan Desember 2020 untuk kelompok masyarakat lainnya seperti pegawai layanan transportasi publik dan pangan. Langkah itu ditempuh demi mencegah adanya lonjakan kasus saat musim dingin dan musim semi.

Warga yang tidak tergabung dengan institusi apapun juga akan menerima vaksinasi gratis, kata pejabat Komisi Kesehatan Nasional lainnya, Zeng Xiyin.

"Kami menemukan beberapa pemerintah daerah mengenakan biaya ke beberapa orang, kami ... meminta mereka segera mengembalikan uang tersebut," kata Zeng saat sesi jumpa pers. Ia menambahkan sejak pemberitahuan itu diumumkan pemerintah daerah telah menerapkan kebijakan vaksinasi gratis secara lengkap.

China telah menyuntikkan sembilan juta dosis vaksin COVID-19 dan tujuh juta dosis di antaranya diberikan sejak pertengahan Desember 2020, kata Zeng.

Sementara itu, sekitar 140.000 orang di Provinsi Hebei juga telah disuntik vaksin COVID-19, kata pejabat lainnya Cui Gang. Kegiatan itu merupakan bagian dari skema vaksinasi nasional China yang menargetkan kelompok masyarakat rentan.

Otoritas di ibu kota Provinsi Hebei, Shijiazhuang, melaporkan adanya lonjakan kasus positif baru. Pemerintah setempat pun memberhentikan layanan transportasi publik demi mengendalikan penyebaran virus.

"Saat ini, Provinsi Hebei harus mempercepat langkahnya dan memberikan vaksin ke seluruh kelompok masyarakat prioritas secepat mungkin," kata Cui.

Sumber: Reuters
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar