Baru tiga bulan dibangun dermaga ambruk

id Dermaga ambruk, berita meranti, meranti

Baru tiga bulan dibangun dermaga ambruk

Dermaga pelabuhan di Desa Mekar Sari, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti yang ambruk. (ANTARA/Rahmat Santoso/21)

Kepulauan Meranti (ANTARA) - Dermaga pelabuhan di Desa Mekar Sari, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, tiba-tiba ambruk, Rabu, setelah tiga bulan baru dibangun.

Kepala Desa Mekar Sari Erman mengatakan ambruknya dermaga pelabuhan itu diduga karena faktor alam. Dimana arus pasang air laut di daerah tersebut sangat deras sehingga konstruksi dermaga menurun dan mengalami patah.

"Alhamdulillah, tidak ada korban sama sekali. Kemungkinan ini faktor alam karena di lokasi tersebut arusnya sangat deras," kata Erman, Rabu.

Dikatakan Erman, pelabuhan itu belum lama dipergunakan masyarakat sejak tiga bulan baru dibangun, dan menelan biaya sekitar Rp90 juta lebih. Padahal menurutnya teknis pelaksanaannya sudah melalui proses perhitungan dan perencanaan yang matang oleh pihak desa dan tim teknis.

"Memang itu bekas pelabuhan lama pada zaman Bengkalis sejak tahun 2003 yang silam, namun pondasi kita bangun baru dengan spesifikasi tinggi. Malahan pernah beberapa waktu lalu kita melakukan bongkar muat raskin sebanyak 35 ton di dermaga itu dan Alhamdulillah baik-baik saja," ungkapnya.

Pembangunan pelabuhan itu merupakan aspirasi masyarakat yang menginginkan pelabuhan representatif untuk kebutuhan bongkar muat barang dan turun naik penumpang. Keinginan masyarakat itu ditampung dalam Musrenbang Desa.

Berdasarkan kesepakatan bersama, akhirnya pelabuhan itu dibangun dengan anggaran seadanya dari sisa anggaran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang disalurkan kepada masyarakat.

"Pekerjaan ini juga tidak terkesan dipaksakan, karena ini peruntukannya jelas dan masyarakat juga ngotot. Dengan anggaran segitu maka kita kumpulkan para pendamping, pihak desa, dan tim teknis pembangunan dan akhirnya pelabuhan selesai dikerjakan 100 persen," kata Erman menambahkan.

Selaku pemerintah desa, dirinya akan bertanggung jawab penuh untuk melakukan perbaikan apapun caranya. Bahkan dalam pekan ini pihaknya akan memasukkan material untuk melakukan perbaikan.

"Mengingat dermaga ini tempat beraktivitas masyarakat desa, jadi harus segera kami perbaiki. Anggaran yang akan digunakan bisa saja dana pribadi atau kita minta bantu kepada pihak ketiga. Namun sebelum dibangun saya minta ini diperiksa dan diaudit dulu oleh Inspektorat," ujarnya.*
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar