Tokoh Natuna dukung program vaksin "door to door"

id Natuna, vaksin door to door, vaksin dari rumah ke rumah, BIN, COVID - 19

Tokoh Natuna dukung program vaksin "door to door"

Salah satu warga Natuna saat mengikuti program vaksin gratis di Gedung Sri Serindit, Batu Hitam, Ranai, Natuna, Sabtu (24/7). (ANTARA/Cherman)

Natuna (ANTARA) - Menanggapi upaya pemerintah dalam mempercepat vaksinasi bagi masyarakat di berbagai daerah, tokoh masyarakat dan pemuda Natuna mendukung adanya program vaksinasi dari rumah ke rumah atau "door to door".

"Sangat setuju sekali, kadang situasi seperti ini memang harus ada sedikit pemaksaan, sebenarnya pemaksaan ini tujuannya baik, ini semua dalam rangka agar masyarakat kita tervaksinasikan bukan ada tujuan lain, selain untuk kesehatan masyarakat itu sendiri", kata Ketua DPD KNPI Kabupaten Natuna, Haryadi sekaligus sebagai Sekjen Askar Melayu Natuna, Senin (26/7).

Ia meyakini vaksin terbukti melindungi dari terpapar virus COVID -19, karena apa bila tidak divaksin, menurutnya virus itu akan lebih mudah menyerang dibandingkan dengan orang yang sudah mendapatkan vaksin.

"Kalau bicara penolakan itu pasti ada, dibuktikan dengan adanya ide vaksin dari rumah ke rumah, ini karena ada penolakan dari sebagian masyarakat kita, pada intinya menurut saya pemahaman masyarakat terhadap vaksin itu sendiri belum maksimal, kita tidak menyalahkan siapapun di sini namun mungkin keterbatasan pengetahuan dari masyarakat itu sendiri dan mereka menilai vaksin itu tidak baik dan beresiko", ujarnya.

Namun di Natuna menurutnya, minta untuk di vaksin dari kalangan pemuda secara umum bisa menjadi contoh untuk daerah yang lain.

"Sangat baik sekali selama ini karena kita melihat antusias dari kalangan muda, kemudian anak - anak pelajar yang berusia 12 tahun dan 15 tahun luar biasa untuk melaksanakan vaksin", kata Haryadi.

Masih menurut Haryadi, jika program "door to door" dilakukan saat ini bisa saja berpontensi adanya penolakan dari sebagian kecil warga, namun harus dimulai sejak awal sosialisasi secara bersama - sama oleh berbagai pihak.

"Dengan tidak jemu-jemunya mari sama - sama memberi pemahaman bahwa manfaat vaksin itu sangat penting bagi diri kita masing - masing", kata Haryadi.

Ia juga mencontohkan dirinya yang telah lebih dulu melakukan vaksin sebanyak dua kali merasakan interaksi dilingkungan kerja dan aktivitas diluar lebih leluasa.

"Dan tidak menutup kemungkinan akan rentan berintraksi dengan orang yang tanpa gejala, namun akibat karena sudah divaksin, saya merasa sudah sangat menolong, meskipun sempat suhu tubuh saya mencapai 37 derajat tetapi alhamdulillah setelah di rapid test saya non reaktif dan saya merasakan pemulihannya lebih cepat, ini pengalaman pribadi yang saya rasakan", ungkap Haryadi.

Sementara, hal senada juga disampaikan Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Natuna, Fadillah yang turut mendukung upaya pemerintah dalam mensukseskan vaksinasi secara nasional tersebut.

"Secara nasional persentasenya masih jauh dari harapan, kalau Natuna sendiri alhamdulillah telah mencapai tujuh puluh lebih hampir delapan puluh persen", kata Fadillah.

Menurutnya, selain pemerintah menargetkan seluruh warga mendapatkan vaksin, program "door to door" juga menjadi cara yang harus dipilih untuk menangkal berita bohong yang setiap hari beredar di masyarakat.

"Mungkin saja pemerintah dalam hal ini ingin masyarakat keseluruhannya bisa di vaksin, karena memang selalu kita dengar berita - berita yang kurang baik tentang vaksin di media sosial, ini juga yang membuat masyarakat kita masih banyak yang belum mau di vaksin", pungkasnya.

Ia juga merasa upaya pemerintah melakukan vaksin dari rumah ke rumah wajar dilakukan demi memberikan perlindungan bagi masyarakat itu sendiri.

"Hal itu wajar - wajar saja dilakukan karena terus terang saja keinginan pemerintah dalam upaya vaksinasi ini untuk ketahanan imun masyarakat itu sendiri", kata Fadillah.

 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE