BKKBN dukung percepatan vaksinasi COVID-19 bagi ibu hamil dan menyusui

id Vaksin ibu hamil

BKKBN dukung percepatan vaksinasi COVID-19 bagi ibu hamil dan menyusui

BKKBN gelar vaksinasi COVID-19 bagi ibu hamil dan menyusui sempena pekan vaksinasi HUT ke-19 Kepri di RSUP Raja Ahmad Thabib, Tanjungpinang, Sabtu (25/9). (Ogen)

Tanjungpinang (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menargetkan melakukan vaksinasi COVID-19 terhadap 5.000 orang ibu hamil dan menyusui hingga 31 Oktober 2021. 



"Ini upaya kami mendukung langkah percepatan vaksinasi di daerah," kata Kepala Perwakilan BKKBN Kepri Mediheryanto, dalam acara launching vaksinasi COVID-19 bagi ibu hamil dan menyusui sempena pekan vaksinasi HUT ke-19 Kepri di RSUP Raja Ahmad Thabib, Tanjungpinang, Sabtu (25/9).



Mediheryanto menyampaikan target 5.000 penerima vaksin ini akan dicapai melalui tiga tahapan vaksinasi. Tahap pertama sudah dilaksanakan di Kota Batam pada 9 September 2021, dengan sasaran 200 orang ibu hamil dan  menyusui.



Tahap kedua (hari ini) di Kota Tanjungpinang, dengan sasaran 500 orang. Sementara tahap ketiga akan dilaksanakan vaksinasi terhadap 1.136 orang pendaftar di Kota Batam. 



Selanjutnya vaksinasi COVID-19 bagi ibu hamil dan menyusui juga dilaksanakan secara serentak di kabupaten/kota lainnya se-Kepri.



"Kegiatan vaksinasi ini disejalankan dengan pelayanan keluarga bencana (KB) dalam rangka Hari Kontrasepsi se-Dunia,” ujar Mediheryanto.



Sementara itu, Ketua Perkumpulan Obstetri Dan Ginekologi Indonesia (POGI) Kepri Yanuarman menyampaikan tujuan dari pelaksanaan vaksinasi ini  adalah untuk mengurangi  transmisi/penularan COVID-19, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19 dan mencapai kekebalan kelompok di masyarakat (herd immunity).



Dia menjelaskan sasaran pelayanan vaksinasi tersebut mengincar ibu hamil dengan usia kandungan 13 minggu. 



“Aterm serta mencegah anak stunting dijalankan saat screening kepada peserta. Petugas akan melakukan edukasi bagi ibu hamil dan menyusui tentang 1000 hari pertama kehidupan,” sebutnya.



Sejak penyuntikan vaksin pertama bagi ibu hamil dan menyusui pada tanggal 9 September 2021, lanjut dia, belum terdapat adanya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dalam kategori menengah dan berat. 



"Vaksinasi ini dapat dikatakan berjalan aman, efektif dan halal," ucapnya.



Gubernur Kepri Ansar Ahmad melaui siaran virtual menyebutkan bahwa sasaran dari vaksinasi ini adalah adalah ibu hamil yang merupakan kelompok populasi yang beresiko tinggi terhadap virus COVID-19.



Saat ini tercatat, ibu hamil di wilayah Kepri sebanyak 52.829 orang dengan rincian di Batam sejumlah 37.342 orang dan Tanjungpinang 3.664 orang . 



“75 persen dari total ibu hamil tersebut, harus mendapatkan vaksinasi COVID-19. Di bulan Oktober harus tercapai 5.000 ibu hamil dan ibu menyusui yang divaksin, untuk itu diperlukan kerjasama lintas sektor dalam percepatan vaksinasi ini," ucap Gubernur.



Ansar turut mengajak seluruh komponen warga berpartisipasi aktif menyukseskan vaksinasi sebagai bentuk ikhtiar membentuk kekebalan tubuh, khususnya bagi ibu hamil dan menyusui.



Dia optimis jika testing, tracing dan treatment (3T) tinggi, protokol kesehatan diperketat dan didukung upaya percepatan vaksinasi, maka masyarakat Kepri bisa produktif dalam melewati ujian pandemi COVID-19 ini. 



"Segala daya dan upaya kita lakukan untuk melawan pandemi ini," demikian Ansar.

Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE