Pemerintah harus terus amankan kegiatan hulu migas di Laut Natuna

id skk migas, keamanan natuna utara, keamanan laut natuna,MedcoE&P Natuna, Premier Oil NatunaSeaB V, Star Energy(Kakap)

Pemerintah harus terus amankan kegiatan hulu migas di Laut Natuna

Tangkapan layar webinar SKK Migas dengan awak media Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (12/10/2021). (ANTARA/ Naim)

Batam (ANTARA) - Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro meminta pemerintah dan aparat terkait terus mengamankan kegiatan hulu migas di sekitar Laut Natuna Provinsi Kepulauan Riau, agar tidak terjadi gangguan dalam industri migas.

"Agar perusahaan dalam menjalankan kegiatan hulu migas menjadi tenang," kata Komaidi Notonegoro dalam webinar bersama SKK Migas yang disaksikan di Batam, Kepulauan Riau, Selasa.

Jangan sampai konflik beberapa negara di Laut China Selatan mengganggu kegiatan hulu migas di sekitar Laut Natuna.

Menurut dia, kegiatan hulu migas sangat penting bagi perekonomian Indonesia, karena masih menjadi sumber penerimaan APBN terbesar.

Tidak hanya untuk APBN, sektor hulu migas juga memberikan peranan bagi perekonomian daerah setempat. Salah satunya melalui dana bagi hasil antara pemerin`tah pusat, provvinsi dan kabupaten kota.

Karenanya ia berharap pihak keamanan terus dapat melakukan pengamanan di sektor strategis itu.

Dalam webinar yang sama, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut Rikky Rahmat Firdaus juga berharap tidak ada gangguan dalam kegiatan sektor hulu migas di sekitar Natuna dan Kepulauan Anambas.

"Kami terus berkoordinasi dengan pihak keamanan," kata dia.

Dan sampai sekarang, kata dia, relatif tidak pernah ada gangguan dalam kegiatan di wilayah Provinsi Kepri itu.

Menurut dia, faktor keamanan dan kenyamanan dalam usaha hulu migas memiliki risiko yang harus terus dikawal, demi kemudahakan pelaksanaan kegiatan.

Selain itu ia mengatakan pihaknya juga menjaga interaksi dengan masyarakat tempatan dan melakukan edukasi dan memberikan kontribusi positif bagi daerah.

Perusahaan sektor hulu migas juga memberikan berbagai bantuan kepada masyarakat Kepri, di antaranya sejumlah taman dan ruang pendidikan.

Di Kepri terdapat 10 kontraktor kontrak kerja sama yang beroperasi, tujuh di antaranya sudah tahap ekploitasi, dan tiga lainnya masih eksplorasi. KKKS yang sudah eksploitasi adalah Medco E&P Natuna, Premier Oil Natuna Sea B V, Star Energy (Kakap) Ltd, TAC Pertamina-PT PAN, AWE Northwest Natuna B V, dan Conrad Petroleum West Natuna Exploration Ltd. Sedang yang KKS yang eksplorasi yaitu Medco Energy Natuna Timur, Oremier Oil Tuna B V, Kufpec Indonesia (Anambas) B V.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE