Anambas dan Bintan potensial Zona Hijau

id Satgas,Anambas dan Bintan,potensial Zona Hijau

Anambas dan Bintan potensial Zona Hijau

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kepri Tjetjep Yudiana (Nikolas Panama)

Tanjungpinang (ANTARA) - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau menyatakan Kabupaten Kepulauan Anambas dan Bintan berpotensi ditetapkan sebagai Zona Hijau.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kepri Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Jumat, mengatakan Anambas dan Bintan sudah beberapa nol kasus aktif COVID-19.

"Jika dalam empat pekan bertahan nol kasus aktif COVID-19, Satgas Penanganan COVID-19 tetapkan sebagai Zona Hijau," ujarnya, yang juga mantan Kadis Kesehatan Kepri.

Saat ini, kata dia Kabupaten Lingga dan Natuna ditetapkan sebagai Zona Hijau. Sementara Bintan dan Anambas, termasuk Karimun, Batam, dan Tanjungpinang bertahan sebagai Zona Kuning atau risiko penularan rendah.

Ia menyatakan tidak ada penambahan kasus aktif baru COVID-19 dalam 4 hari terakhir. Jumlah kasus aktif COVID-19 sejak 3 hari lalu sebanyak 10 orang, yang tersebar di Batam 7 orang, Tanjungpinang 2 orang dan Karimun satu orang.

"Mudah-mudahan seluruh pasien COVID-19 dalam kondisi sehat, dan segera sembuh," katanya.

Ia mengungkapkan total pasien COVID-19 di Kepri sejak pandemi sampai sekarang mencapai 53.878 orang, tersebar di Batam 25.927 orang, Tanjungpinang 10.230 orang, Bintan 5.583 orang, Karimun 5.487 orang, Anambas 1.846 orang, Lingga 2.310 orang, dan Natuna 2.495 orang.

Sementara total jumlah pasien yang sembuh dari COVID-19 sejak pandemi mencapai 52.109 orang, tersebar di Batam 25.078 orang, Tanjungpinang 9.826 orang, Bintan 5.403 orang, Karimun 5.325 orang, Anambas 1.799 orang, Lingga 2.225 orang, dan Natuna 2.453 orang.

Total jumlah pasien yang meninggal dunia sejak pandemi COVID-19 sebanyak 1.759 orang, tersebar di Batam 842 orang, Tanjungpinang 402 orang, Bintan 180 orang, Karimun 161 orang, Anambas 47 orang, Lingga 85 orang, dan Natuna 42 orang.

"Kami imbau seluruh elemen masyarakat dan aparat pemerintahan tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan," tuturnya .
 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE