Adpel Karimun Operasikan Kapal Cadangan Jurusan Selat Panjang

id adpel karimun,selat panjang,mv ocean grup,kepala adpel karimun,gajah suseno,mv batam line plus

Karimun (AntaraNews) - Administrator Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, mengoperasikan dua kapal cadangan untuk melayani penumpang dari Selatpanjang, Riau.

"Kapal cadangan jurusan Selatpanjang tetap kami operasikan sampai jumlah penumpang saat arus balik berkurang," kata Kepala Administrator Pelabuhan (Adpel) Tanjung Balai Karimun, Gajah Rooseno, di Tanjung Balai Karimun.

Gajah Rooseno mengatakan penumpang kapal asal Selatpanjang kembali meningkat setelah sehari sebelumnya sepi karena para pemudik masih merayakan Idul Fitri di kampung halamannya masing-masing.

"Penumpang dari Selatpanjang masih mendominasi arus mudik maupun balik seperti tahun lalu. Setelah itu, baru jurusan Buton, Dumai, Batam, dan Tanjungpinang," kata dia.

Dua kapal cadangan yang dioperasikan adalah MV Ocean Group. Kapal ini untuk mencegah penumpang terlantar sejak H-10 Lebaran.

Selain kapal cadangan, sejumlah kapal reguler dari Selatpanjang, seperti MV Batam Line plus MV Batam Jet dan Dumai Ekspress tetap beroperasi sesuai jadwal.

"Kapal-kapal itu tiba maupun berangkat dalam keadaan penuh. Namun, tidak ada penumpang yang gagal berangkat," katanya menegaskan.

Kapasitas penumpang untuk setiap kapal antara 250 dan 300 orang.

Sementara itu, Kapal Mikonata dan Dumai Ekspress yang melayani rute khusus Karimun tujuan Batam dan Tanjungpinang juga dalam keadaan penuh.

Kapal MV Mikonata berangkat menuju Batam setiap 1,5 jam mulai pukul 07.30 WIB hingga 16.30 WIB.

"Meski penumpang menuju Batam penuh, mereka bukan pemudik, melainkan warga yang bepergian berliburan untuk satu atau dua hari. Bahkan, ada penumpang yang berangkat pagi pulang sore," katanya.

Dia menambahkan akan tetap mewaspadainya hingga jumlah penumpang kembali normal.

"Petugas siaga sesuai prosedur yang kami berlakukan untuk mengamankan arus mudik maupun balik," katanya menandaskan. (y011/d007)
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar