Batam (ANTARA) - Otoritas Pelabuhan Internasional Terminal Ferry Batam Centre memfasilitasi kedatangan puluhan biksu atau bhikkhu yang mengikuti ritual jalan kaki Thudong menempuh perjalanan dari Bangkok, Thailand menuju Indonesia melalui Kota Batam, Rabu.
Sekitar 44 bhikkhu dari Thailand, Malaysia dan Singapura itu tiba di Pelabuhan Batam Centre sekitar pukul 11.45 WIB, langsung difasilitasi untuk turun terlebih dahulu dari kapal, lalu disambut kedatangannya oleh Pemerintah Kota Batam, pihak Vihara dan Kementerian Agama.
Setibanya di Pelabuhan Batam Centre para bhikkhu diarahkan masuk ke ruang tunggu VIP agar prosesi penyambutan kedatangannya berjalan lancar dan tidak mengganggu aktivitas penumpang kapal lainnya.
“Kami bersama jajaran pengamanan memfasilitasi kedatangan para bhikkhu ini, mulai dari turun ke kapal hingga penyambutan di ruang VIP, dan menuju kendaraan,” kata Staf Kesyahbandaran Pelabuhan Batam Centre Erik Mario Sihotang.
Baca juga: Pemkot Batam siapkan layanan cek kesehatan gratis di pulau terpencil
Menurut Erik, kedatangan para bhikkhu perlu mendapat pengawalan dan memastikan berjalan aman, karena padatnya kegiatan selama di Batam menuntut pergerakan cepat para biksu.
Selain itu, para bhikkhu juga dalam kondisi suci harus terjaga jaraknya dengan penumpang wanita. Hal ini yang membuat pihak pelabuhan memberikan layanan khusus.
“Kami juga dibantu pengawalan dari Polsek KKP yang turut hadir mengawal prosesi penyambutan,” kata Erik.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Panitia Bhikkhu Thudong 2025 Abi Kho mengatakan Batam menjadi gerbang pertama para Bhikkhu Thudong masuk ke Indonesia, dengan tujuan akhir Candi Borobudur di Jawa Tengah.
Kedatangan para Bhikkhu ke Indonesia dalam misi suci menebarkan pesan damai, cinta kasih dan semangat toleransi antarumat beragama.
Baca juga: Polda Kepri musnahkan 96 kg sabu hasil ungkap kasus selama bulan Maret 2025
Dia menyebut, tradisi jalan kaki Thudong bukan sekedar ritual keagamaan, namun juga simbol nyata dari dedikasi, disiplin dan spiritual mendalam dalam ajaran Bhuddha Theravada.
“Momen ini sangat penting bagi Indonesia khususnya Batam, dalam menunjukkan jati diri sebagai bangsa yang menjunjung tinggi toleransi,” katanya.
Rencananya puluhan Bhikkhu Thudong berkegiatan di Batam selama tiga hari dua malam. Setibanya di Batam, para Bhikkhu langsung bergerak menuju Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Tanjunguncang.
Kemudian Kamis (17/4) kegiatan di Gereja Katolik Kerahimab Ilahi Paroki di Tiban dan Pura Agung Amerta Bhuana.
Selanjutnya Jumat (18/4) memberikan khotbah di Vihara Grha Buddha Manggala sebelum bertolak ke Jawa Tengah.
Setelah menyelesaikan misi perdamaian di Batam, para bhikkhu bertolak menuju Jakarta untuk bertemu Wakil Presiden RI dan Kementerian Agama.
Baca juga: Polres Lingga kerahkan personel Satpolairud di pelabuhan beri layanan prima
Dari Jakarta, para bhikkhu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Candi Borobudur sebagai rangkaian spiritual menuju situs suci amat Buddha.
Sebagai informasi Thudong adalah praktik spiritual dalam ajaran Buddha dengan cara berjalan kaki melintasi hutan, gunung, dan pedesaan ke tujuan utama Candi Borobudur, Magelang, Indonesia.
Kegiatan ini dilakukan guna menyambut Hari Raya Waisak yang jatuh pada Senin (12/5).
Terpisah, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyat mengatakan kegiatan Bhikkhu Thudong 2025 ini dipantau oleh kepolisian guna memastikan rasa aman bagi panitia dan para bhikkhu selama berkegiatan di Batam.
"Yang pasti Polri dalam hal ini Polda Kepri memonitor kegiatan ini guna memastikan keamanan dan ketertiban, sehingga ritual keagamaan ini berjalan dengan baik di Batam," kata Pandra.
Baca juga:
Gubernur Kepri resmikan penyalaan listrik berkapasitas 3,465 MVA di Pulau Belakang Padang
Pemprov Kepri beri bantuan pupuk bersubsidi kepada petani di Natuna
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pelabuhan Batam Centre fasilitasi kedatangan puluhan Bhikkhu Thudong
Komentar