Batam (Antara Kepri) - Harga elpiji 12 kg di pengecer Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau Rp130.000 per tabung atau hanya berkurang Rp10.000 dibanding sebelum PT Pertamina merevisi kenaikan harga bahan bakar gas itu.
"Harganya sekarang Rp130.000," kata pengecer di Kelurahan Tiban Baru, Sekupang, Batam, Yusuf, Selasa.
Ia mengatakan pengecer tidak bisa menurunkan harga elpiji 12 kg terlalu jauh, disesuaikan dengan harga dari agen. Sayangnya, ia enggan menyebut harga yang diberikan agen.
"Kata agen, harga elpiji 12 kg turunnya hanya Rp1.000, tidak banyak-banyak," kata dia.
Hal itu tidak sesuai dengan keterangan pers Pertamina yang menyebutkan revisi kenaikan harga gas dari Rp3.959 per kg menjadi Rp1.000 per kg.
"Saya tidak tahu. Itu kata agennya," kata dia beralasan," kata dia.
Sementara itu, untuk elpiji dengan tabung Singapura berat 8 kg dijual Rp95.000 naik dari Rp85.000.
"Tabung Singapura hanya naik sedikit saja," kata dia.
Sementara itu, pengecer di Kelurahan Teluk Tering, Batam Kota, Andre mengatakan belum menjual elpiji 12 kg karena menunggu harga resmi dari agen.
"Untuk sementara, kami belum jual, tunggu agen datang. Kami belum dapat harga, kalau mau jual masih harga lama, kasihan juga. Padahal harga sudah turun lagi," kata dia.
Terpisah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Riau mengingatkan pengecer untuk tidak menjual gas 12 kg lebih dari Rp110.000.
"Jika ditemukan gas nonsubsidi itu dijual sampai Rp120.000 dapat dikenai sanksi karena tidak wajar. Sanksi dapat diberikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan tingkat kabupaten dan kota," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepulauan Riau (Disperindag Kepri) Syed M Taufik.
Ia mengatakan jika ditemukan agen maupun pengecer yang menjual gas tidak wajar, maka izinnya dapat ditarik.
"Itu sanksi yang berhak diberikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan tingkat kabupaten dan kota," katanya.
Sebelumnya, Branch Manajer Marketing Pertamina Wilayah Kepri Aji Anom mengatakan harga elpiji 12 kg di tingkat agen di Batam Rp100.600, disesuaikan dengan biaya distribusi.(Antara)
Editor: Dedi

Komentar