Ratusan Wisudawan Uniba Gunakan Tanjak

id Ratusan,Wisudawan,Uniba,Gunakan,Tanjak,universitas,batam

Ratusan wisudawan dan wisudawati Uniba menggunakan tanjak penutup kepala khas Melayu saat sidang senat terbuka angkatan ke-14. (antarakepri.com/Messa Haris)

Tanjak ini topi atau peci adat Melayu, kita ingin melestarikan dan menyosialisasikan adat Melayu
Batam (Antara Kepri) - Ratusan wisudawan dan wisudawati tingkat ahli madya, sarjana dan pascasarjana Universitas Batam (Uniba) menggunakan tanjak penutup kepala khas melayu saat sidang senat terbuka angkatan ke 14. 

"Tanjak ini topi atau peci adat Melayu, kita ingin melestarikan dan menyosialisasikan adat Melayu," Rektor Uniba Novirman Jamarun, di Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu.

Ia mengatakan penggunaan tanjak baru pertama kali dilakukan universitas di Indonesia.

Menurutnya wisuda merupakan momen istimewa bagi setiap mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikannya di perguruan tinggi dan tanjak juga kerap digunakan masyarakat melayu di hari-hari istimewa. Sehingga penutup kepala khas Melayu itu dianggap layak digunakan saat proses wisuda.

"Topi segilima (toga) bukan adat Indonesia, tanjak merupakan adat Melayu dan ini bisa menjadi daya tarik wisata di Indonesia," kata dia.

Novirman mengatakan pelestarian adat harus dilakukan dan penggunaan tanjak akan terus dilakukan Uniba saat proses wisuda. 

Menurutnya, pihak yayasan Uniba sudah meminta izin dari Lembaga Adat Melayu (LAM) untuk penggunaan tanjak saat mewisuda para mahasiswanya. "Ke depan akan kita buat lebih baik lagi," katanya. 

Salah seorang orangtua mahasiswa Mesrawati mengaku kaget saat mengetahui putranya diwisuda dengan menggunakan tanjak. Menurutnya hal tersebut sah-sah saja namun yang menjadi catatannya adalah tanjak merupakan penutup kepala khas Melayu dan digunakan kaum laki-laki. 

"Perempuan itu tidak boleh pakai tanjak," katanya.

Sebagai alumni Uniba Mesrawati mengaku tidak menduga sama sekali proses wisuda anaknya justru berbeda dari dirinya beberapa tahun lalu. Menurutnya sebagai mahasiswa ada kebangaan sendiri saat menggunakan toga saat diwisuda.  

"Memang benar dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung, tapi pertanyaan besarnya kenapa bisa perempuan pakai tanjak," katanya. 

Adapun jumlah wisudawan dan wisudawati dari empat fakultas yaitu kedokteran, manajemen, hukum dan psikologi tersebut berjumlah 758 orang. (Antara)

Editor: Rusdianto

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar