Harga telur tembus Rp45 ribu per papan

id harga telur ayam ras ,batam

Telur ayam (antaranews.com)

Ini sudah sudah seminggu, kemarin itu se-papan sekitar Rp40 sampai Rp44 ribu sekarang sudah Rp45 ribu dan ada juga yang jual di atas itu
Batam (Antaranews Kepri) - Harga telur ayam ras di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau merangkak naik yang awalnya Rp40 ribu menjadi Rp45 ribu per papan dan dijual Rp2 ribu per butir.

"Ini sudah sudah seminggu, kemarin itu se-papan sekitar Rp40 sampai Rp44 ribu sekarang sudah Rp45 ribu dan ada juga yang jual di atas itu," kata salah seorang pedagang di Pasar Botania, Ayu, di Batam, Senin.

Ayu mengatakan kenaikan harga telur ayam ras diakibatkan tidak adanya stok dari distributor. Karena harga cukup mahal, Ayu hanya membeli telur dalam jumlah terbatas. 

"Biasanya bisa ambil 30 sampai 40 papan per tiga hari, sekarang maksimal 20 papan saja," ujar Ayu. 

Hari, warga Kota Batam mengatakan beberapa minggu lalu, ia membeli telur ayam masih berada di kisaran Rp40 ribu per papan. 

Namun pada Minggu (15/7), Hari mengaku sudah harus mengeluarkan Rp45 ribu untuk membawa pulang telur satu papan. 

"Kaget juga pas bayar katanya harganya sudah Rp45 ribu," ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perindag (Kadisperindag) Kota Batam, Zarefriadi mengatakan kenaikan harga telur ayam dikarenakan stoknya sudah mulai menipis.

"Barangnya langka," kata Zarefriadi. Kata Zarefriadi mayoritas telur ayam di datangkan dari daerah Medan, Sumatera Utara dan Pulau Jawa. 

"Yang di Barelang juga ada tapi tidak bisa memenuhi permintaan pasar," kata Zarefriadi. 

Guna mengatasi lonjakan harga tersebut, Disperindag, kata Zarefriadi, sedang melakukan koordinasi dengan para distributor. 

Selain itu tim Disperindag, lanjut Zarefriadi, sudah turun ke lapangan untuk mengecek langsung harga telur di pasar-pasar tradisional di Kota Batam. 

"Kalau laporan yang saya terima kebutuhan masyarakat saat ini normal, hanya masalah stok saja," kata Zarefriadi.

Zarefriadi mengatakan tidak mendapatkan informasi penuh terkait kenaikan harga telur dikarenakan harga pangan yang mahal. 

"Harga mahal ini juga diakibatkan panic buying, sehingga masyarakat berlomba-lomba untuk membeli telur dalam jumlah banyak," pungkas Zarefriadi.(Antara)
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar