Harga cabai di Kota Tanjungpinang mahal, warga diminta tanam sendiri

id Cabai mahal

Harga cabai di Kota Tanjungpinang mahal, warga diminta tanam sendiri

Pedagang cabai di pasar tradisional, Tanjungpinang, Kepri. (Ogen)

Tanjungpinang (ANTARA) - Harga cabai di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) melonjak hingga Rp95 ribu per kilo, biasanya hanya sekitar Rp40 ribu per kilo.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tanjungpinang, Ahmad Yani, mengaku Pemko Tanjungpinang saat ini kesulitan mengendalikan harga cabai disebabkan tingginya harga mulai dari produsen.

"Di Jawa, Semarang, harganya sudah Rp73 ribu per kilo, dari Semarang ongkos kargo Rp25.500 per kilo. Kemudian, dari Batam ke sini (Tanjungpinang) ongkos Rp3 ribu hingga Rp5 ribu per kilo. Ongkosnya saja sudah Rp30 ribu," ungkapnya.

Oleh karena itu, yani menyarankan, masyarakat di daerah itu mulai menanam cabai di pekarangan rumah untuk mengurangi permintaan.

Sedangkan untuk jangka panjang, kata dia, Pemkot Tanjungpinang akan megusahakan lahan-lahan tidur yang ada untuk kemudian dimanfaatkan sebagai pertanian cabai.

"Kalau untuk menurunkan tidak bisa. Ini mekanisme pasar," tegasnya.

Tingginya harga cabai ini juga tidak hanya dikeluhkan oleh konsumen. Pedagang juga mengeluh karena pembelian cabai berkurang.

Secara khusus, lanjutnya, Pemkot Tanjungpinang juga berharap Pemerintah Pusat dapat menekan ongkos kargo sehingga dapat menurunkan harga jual cabai.

 
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar