Warga Kota Batam keluhkan kelangkaan elpiji bersubsidi

id elpiji langka, elpiji batam

Warga Kota Batam keluhkan kelangkaan elpiji bersubsidi

Sejumlah warga antri untuk mendapatkan gas subsidi di agen Tiban III, Sekupang, Batam. Dalam beberapa hari terakhir warga kesuitan mendapatkan gas elpiji 3Kg. ANTARA/Evy R. Syamsir

Batam (ANTARA) - Warga Kota Batam Kepulauan Riau mengeluhkan kelangkaan elpiji bersubsidi di sejumlah pangkalan dan pengecer di daerah setempat.

"Saya sudah putar-putar ke sejumlah tempat sampai ke Tiban, Jodoh, enggak dapat juga," kata warga Sekupang, Ratna, Senin.

Padahal, biasanya elpiji 3 Kg sangat mudah didapat di pengecer yang menjajakan dagangannya di sekitar Sekupang hingga Tiban.

Namun, sejak kemarin pasokan gas bersubsidi sulit didapatkan.

Bahkan, pasokan energi bersubsidi itu juga tidak ditemukan di SPBU yang ia datangi.

Ia mengaku baru mendapatkan energi bersubsidi itu setelah mengantre dan berebut dengan warga lainnya di pangkalan berlokasi di belakang SPBU Tiban Lama.

Sementara itu, sejumlah warga nampak berkerumun di sekitar pangkalan elpiji di Patam Lestari, menunggu datangnya pasokan gas.

Warga Patam Lestari, Rahman mengatakan sudah berkeliling mencari gas di pangkalan, tapi selalu kehabisan.

"Tadi ke pangkalan langganan habis, makanya saya coba ke sini, ternyata habis juga," kata dia.

Ia mengatakan memilih membeli elpiji 3 Kg di pangkalan ketimbang di agen, karena selisih harga yang bisa mencapai Rp7 ribu per tabung.

Bila pangkalan menjual Rp18 ribu per tabung, maka di pangkalan bisa mencapai Rp25 ribu per tabung.

Dikonfirmasi terpisah, Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I, Roby Hervindo optimistis tidak terjadi kekosongan pasokan di agen dan pangkalan.

Ia mengatakan Pertamina telah mengirim pasokan energi bersubsidi itu ke pangkalan dan agen di Batam.

"Kami sudah cek, hari ini ada jadwal pengiriman ke agen dan dan pangkalan. Jadi tidak ada kekosongan stok," kata dia.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar