BLT Tanjungpinang berpeluang dialihkan untuk peningkatan UKM

id BLT Tanjungpinang,potensial,diganti,peningkatan UKM

BLT Tanjungpinang berpeluang dialihkan untuk peningkatan UKM

Aktivitas di Pasar Bintan Centre Tanjungpinang. (ANTARA/Nikolas Panama)

Tanjungpinang (ANTARA) - Dana untuk program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau potensial dialihkan untuk kegiatan lainnya seperti peningkatan usaha kecil dan menengah (UKM).

Sekretaris Daerah Tanjungpinang, Teguh Ahmad Syafari, di Tanjungpinang, Selasa, mengatakan BLT tidak dapat dibagikan lantaran dana yang tersedia untuk melaksanakan kebijakan itu tidak mencukupi. Jika dipaksakan dikhawatirkan akan menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

Anggaran BLT yang dialokasikan hanya Rp12,5 miliar, sementara jumlah kepala keluarga yang berhak menerima bantuan itu mencapai 35 ribu kepala keluarga. Jumlah penerima BLT ini meningkat tajam atau lebih dari 50 persen jumlah keluarga di Tanjungpinang berdasarkan data terakhir di masa pandemi COVID-19.

Satu kepala keluarga direncanakan menerima Rp600.000 sehingga anggaran yang dibutuhkan lebih dari Rp20 miliar.

"Kalau dipaksakan dibagikan, bisa saja, tetapi nilainya menjadi kecil. Kalau dipaksakan dibagikan Rp600.000 untuk satu kepala keluarga, jumlahnya penerimanya juga tidak merata," ujarnya.

Karena itu, kata dia Pemkot Tanjungpinang terpaksa menahan kegiatan tersebut. Kemudian muncul ide yang cukup baik agar dana tersebut sebaiknya dipergunakan untuk meningkatkan UKM.

Apalagi kondisi Tanjungpinang dalam hampir dua bulan ini mulai membaik, tidak ada penambahan pasien COVID-19, dan kegiatan masyarakat sudah berjalan seperti biasa sebelum pandemi COVID-19.

Pertimbangan lainnya yakni kekuatan perekonomian Tanjungpinang bersumber dari UKM sehingga wajar bila Pemkot Tanjungpinang mendorong agar bangkit setelah sempat terpuruk akibat pandemi COVID-19.

"Perbaikan ekonomi kerakyatan melalui pelatihan dan bantuan jauh lebih baik untuk memperkuat perekonomian keluarga," ucapnya.*
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar