Kasus berkurang, Pemkot Batam longgarkan patroli COVID-19

id patroli covid batam dilonggarkan,pemkot batam longgarkan patroli covid,kabar baik,berita baik,sembuh dari covid

Kasus berkurang, Pemkot Batam longgarkan patroli COVID-19

Wali Kota Batam Muhammad Rudi membubarkan patroli bersama penerapan protokol kesehatan COVID-19 dalam skala besar, Senin (29/6/2020). (Dok Pemkot Batam)

Batam (ANTARA) - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau mulai melonggarkan patroli protokol kesehatan COVID-19, seiring makin berkurangnya kasus penularan Virus Corona di daerah setempat.

"Patroli bersama skala besar kami hentikan. Kami gunakan patroli skala kecil dengan Ditpam BP Batam dan Satpol PP," kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi di Batam, Selasa.

Pemkot Batam sempat mengetatkan patroli penerapan protokol kesehatan di penjuru kota selama tiga bulan, dan semakin kencang mulai 28 Mei 2020 pada awal penerapan era normal baru.

Pembubaran patroli berskala besar dilakukan dalam apel gabungan, pada Selasa.

Baca juga: Gugus Tugas COVID-19 Kepri ingatkan warga gunakan masker

Ia mengatakan apabila pada masa pengetatan patroli sebelumnya, penegakan disiplin menggunakan kekuatan besar, maka mulai hari ini dilakukan cukup dengan patroli Direktorat Penganan Badan Pengusahaan Kawasan Batam bersama Satuan Polisi Pamong Praja Pemkot Batam.

"Bagaimana hanya mengarahkan orang untuk tetap menjaga jarak, memakai masker dan menjaga kebersihan," kata dia.

Patroli tetap akan digelar setiap hari karena pemerintah masih harus terus melaksanakan edukasi protokol kesehatan kepada masyarakat.

"Kemarin kami sudah menegakkan disiplin, hari ini edukasi. (Apakah protokol kesehatan) dilaksanakan atau tidak, kalau tidak, kita tegur," kata dia.

Ia menyatakan hingga kini, tinggal 31 orang warga yang masih dinyatakan positif COVID-19, dari 220 orang yang sebelumnya dinyatakan terpapar Virus Corona.

Pria yang juga menjabat Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Batam itu berharap warga yang terinfeksi virus tidak bertambah dan pasien yang saat ini masih dirawat bisa sembuh.

"Penambahan tidak boleh ada lagi. Yang sakit dibikin sembuh," kata dia.*
 
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar