Kota Tanjungpinang dapat tambahan 6.000 blanko e-KTP

id pemkot tanjungpinang,blanko e-ktp

Kota Tanjungpinang dapat tambahan 6.000 blanko e-KTP

Pelayanan e-KTP di kantor Disdukcapil Tanjungpinang. (Ogen)

Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mendapat tambahan sebanyak 6.000 blanko e-KTP dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri untuk mengantisipasi kekosongan blanko menjelang Pilkada 2020.

"Kami tidak ingin menjelang pilkada, blanko e-KTP kosong," kata Kepala Disdukcapil Tanjungpinang Irianto, di Tanjungpinang, Senin.

Irianto mengatakan sejak awal Juli 2020 terjadi kekosongan blanko e-KTP di kantornya, yang menyebabkan pelayanan menjadi tidak maksimal.

"Bahkan, kami sampai meminjam 1.000 blanko e-KTP kepada Pemkot Batam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," ucapnya.

Menurut dia, sebanyak 6.000 blanko e-KTP yang ada saat ini diutamakan bagi pemula yang belum memiliki e-KTP.

Ia mengimbau kepada masyarakat yang ingin memperbarui e-KTP rusak atau hilang, silakan mendatangi kantor Disdukcapil Kota Tanjungpinang.

"Sekarang pelayanan kami sudah kembali normal, silakan bagi masyarakat yang ingin mengurus e-KTP, dan kami menerapkan sistem 'online'," katanya.

Kendati demikian, Irianto mengatakan bahwa pelayanan percetakan e-KTP dengan sistem "online" sedikit lebih lambat dibanding pelayanan langsung, karena keterbatasan sarana dan prasarana pendukung di dalam penerapannya.

"Untuk layanan 'online' kami hanya punya satu komputer untuk pelayanan tiga kegiatan, mulai dari menerima, memproses, dan mengirim, sehingga orang mengatakan pelayanannya agak lama," katanya.

Irianto menjelaskan berbagai layanan secara "online" itu diterapkan untuk meminimalkan terjadinya risiko penyebaran COVID-19 khususnya di kantor Disdukcapil.

"COVID-19 ini memberikan pelajaran kepada masyarakat agar terbiasa menggunakan sistem 'online' saat berurusan dengan Disdukcapil," kata Irianto.
 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar