Pelamar kerja di PT BAI capai 1.300 orang

id Disnaker Bintan

Pelamar kerja di PT BAI capai 1.300 orang

PT BAI di Galang Batang, Bintan, Kepri, mulai beroperasi awal 2021. (ANTARA/Ogen)

Peneriman Pekerja (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, mencatat jumlah pelamar kerja di PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) di Galang Batang mencapai 1.300 orang sejak dibuka 1-30 Juli 2020, sementara kebutuhan perusahaan itu sekitar 900 orang.

Kepala Disnaker Kabupaten Bintan, Indra Hidayat, di Kabupaten Bintan, Selasa, mengatakan berkas pelamar tersebut sudah diserahkan ke manajemen PT BAI, karena pihaknya hanya memfasilitasi penerimaan tenaga kerja.

"Selanjutnya pihak PT BAI yang memverifikasi sesuai kebutuhan perusahaan, tentunya berdasarkan spesifikasi dan kompetensi yang dimiliki oleh pencari kerja," kata Indra.

Menurut Indra, 80 persen pelamar kerja tersebut merupakan masyarakat Kabupaten Bintan, sedangkan sisanya masyarakat Kota Tanjungpinang dan Kota Batam.

Usia pelamar dibatasi di bawah 40 tahun, karena pertimbangan usia muda dan masih produktif.

"Kami tetap memprioritaskan warga Kabupaten Bintan, karena sudah ada MoU antara Pemkab Bintan dengan PT BAI terkait penempatan tenaga kerja lokal selama lima tahun," ungkapnga.

Indra turut menjelaskan, bahwa 900 pekerja yang direktut PT BAI akan ditempatkan di berbagai posisi, seperti kelistrikan, las, operator, dan sebagainya.

"Mereka diperkirakan mulai bekerja awal 2021, sesuai target pengoperasian PT BAI," ujarnya.

Lebih lanjut, pihaknya bakal melakukan pengawasan dan monitoring terhadap transparansi penerimaan tenaga kerja yang dilakukan PT BAI.

"Proses seleksi dan wawancara dimulai September 2020," imbuhnya.

Indra pun menegaskan, Pemkab Bintan sudah berkomitmen untuk melibatkan pekerja lokal di tiap-tiap perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.

"Ke depan, Pemkab Bintan bakal MoU dengan semua perusahaan yang ada di Bintan untuk penyediaan pekerja lokal," tegasnya.

PT BAI saat ini masih fokus membangun berbagai infrastruktur untuk pembangunan smelter (pemurnian batu bauksit) dan PLTU. Perusahaan itu menargetkan total nilai investasi mencapai Rp30 triliun.

"Sejak awal, pada prinsipnya kami mengutamakan tenaga kerja lokal yang memiliki keahlian sesuai kebutuhan perusahaan," kata Direktur Utama PT BAI, Santoni.


 
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar