Partisipasi pemilih Lingga ditargetkan 80 persen

id KPU Lingga, targetkan partisipasi pemilih capai 80 persen

Partisipasi pemilih Lingga ditargetkan  80 persen

Rapat paripurna penyampaian visi dan misi pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Lingga beberapa waktu lalu (Nikolas Panama)

Lingga (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, menargetkan partisipasi pemilih pada Pilkada 2020 sebesar 80 persen.

"Partisipasi pemilih di Lingga selalu tinggi. Oleh karena itu, kami targetkan partisipasi pemilih sebesar 80 persen," kata Ketua KPU Lingga Julianti, di Dabo Singkep, Lingga, Kamis.

Menurut dia, pada pilkada sebelumnya di Lingga partisipasi pemilih lebih dari 70 persen.

Julianti mengatakan setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda, termasuk dalam menyongsong pilkada di Lingga. Ia tidak membantah ada kawasan tertentu yang terkesan tidak begitu antusiasme menghadapi pilkada, namun bukan berarti warga setempat tidak menggunakan hak pilih.

"Bagi kami yang terpenting mereka datang ke TPS menggunakan hak suara," ujarnya.

Julianti mengemukakan KPU Lingga memiliki jurus untuk mendorong pemilih menggunakan hak suara. KPU Lingga dalam waktu dekat akan menggelar sosialisasi ke berbagai segmen seperti penyandang disabilitas, tokoh agama, kelompok marginal, dan pemilih pemula.

"Kami mendorong pemilih untuk menggunakan hak suaranya," ucapnya.

Ia menjelaskan jumlah pemilih pada Pilkada Lingga tahun 2020 sebanyak 70.545 orang, yang terdiri dari laki-laki 36.116 orang dan perempuan 34.429 orang. Jumlah TPS di Lingga sebanyak 244, sementara jumlah kelurahan dan desa mencapai 82.

KPU Lingga juga menetapkan satu TPS khusus di Rutan Dabo Singkep. Jumlah pemilih di rutan itu sebanyak 33 orang.

"Pemilih tersebar di 13 kecamatan," ujarnya.

Ia juga mengatakan penyelenggaraan Pilkada 2020 harus menaati protokol kesehatan. KPU Lingga mengatur waktu pemungutan suara agar tidak terjadi kerumunan pemilih di TPS untuk mencegah penularan COVID-19.

Di TPS juga disiapkan masker sebanyak jumlah pemilih. Seluruh pemilih juga akan diukur suhu tubuhnya.

"Penggunaan tinta tetes sebagai tanda sudah menggunakan hak suara diberlakukan untuk mencegah penularan COVID-19," katanya.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar