Batam (ANTARA News) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perumahan Rakyat membangun delapan blok rumah susun kembar percontohan di kawasan Tanjunguncang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

"Rusun percontohan tersebut memiliki alat penjernihan air limbah rumah tangga dan kotoran. Walaupun air dari pengolahan limbah tersebut tidak bisa digunakan sebagai air minum, namun bisa digunakan untuk keperluan lain," kata Kepala Dinas Tata Kota Kota Batam Gintoyono Batong di Batam, Selasa.

Gintoyono mengatakan, saat ini proses pembanguan blok kembar rumah susun (rusun) yang masing-masing diperkirakan menelan anggaran Rp12 miliar tersebut tengah berjalan dan diharapkan bisa segera selesai.

"Proses pembangunan masih berlangsung, mudah-mudahan dapat diselesaikan pada tahun ini sehingga segera bisa dihuni," tambah dia.

Menurut Gintoyono, setiap blok kembar rusun mampu menampung 90 kepala keluarga (KK), dengan kata lain kalau keenam blok bisa dibangun, mampu menampung 540 KK.

"Kami berharap, bila rusun di sana (Tanjunguncang) selesai, dapat menampung pekerja pada kawasan industri Tanjunguncang dan sekitarnya sehingga mampu mengurangi kepadatan lalu-lintas pada pagi dan sore hari," ucap kepala dinas.

Pemerintah kota bekerja sama dengan Badan Pengusahaan Batam bertugas menyiapkan lahan untuk proyek yang dikerjakan Kementerian.

"Selain menyiapkan lahan, Pemkot Batam juga berkewajiban menanggung fasilitas seperti air dan listrik dengan anggaran Rp1,7 miliar tiap blok kembar," tambah dia.

Pemerintah Kota Batam memperkirakan dibutuhkan setidaknya 761 rusun untuk memberikan tempat tinggal yang layak bagi para pekerja dan warga yang saat ini tinggal di rumah-rumah tidak berizin, sedangkan saat ini rusun yang sudah dibangun baru 47 unit.

Gintoyono mengatakan pembangunan rusun dapat membantu mengatasi masalah perumahan di Batam, mengingat banyak masyarakat yang tinggal di rumah tidak berizin yang berdiri di atas tanah negara.

Pembangunan rusunawa (rumah susun sewa) di Kota Batam dibutuhkan untuk mempercepat upaya penyediaan rumah layak dan terjangkau bagi rumah tangga miskin. Rusunawa juga untuk mengentaskan kawasan rumah tak berizin di perkotaan Batam dan menjadi rencana pembangunan jangka menengah daerah kota Batam.

"Setiap tahun kami akan membangun rusun sesuai dengan kemampuan," kata Gintoyono.

(L/N002)