Rabu, 23 Agustus 2017

TNI AL Raih Penghargaan dari Malaysia

id TNI,AL,Raih,Penghargaan,Malaysia,pengamanan,selat,malaka
APM Malaysia menilai Western Fleed Quick Response (WFQR) Lantamal IV memiliki andil terhadap keberhasilan mengamankan Selat Malaka selama ini
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Delegasi Agency Penguatkuasaan Maritim (APM) Malaysia yang dipimpin Laksamana Pertama Maritim Datok Tan Kok Kwee memberi penghargaan kepada TNI Angkatan Laut karena berhasil menurunkan angka kejahatan di Selat Malaka.

Penghargaan tersebut diserahkan kepada delegasi TNI AL Laksamana Pertama S Irawan yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pengamanan TNI AL dan Komandan Lantamal IV Kolonel Laut (P) Ribut Eko Suyatno, kata Kepala Dinas Penerangan Lantamal IV Mayor Laut Josdy Damopoli, di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu.

"APM Malaysia menilai Western Fleed Quick Response (WFQR) Lantamal IV memiliki andil terhadap keberhasilan mengamankan Selat Malaka selama ini," katanya.

Tim WFQR Lantamal IV Tanjungpinang antara lain berhasil mengungkap kejahatan asuransi, penyeludupan BBM, penyeludupan orang, dan perampokan. Berkat kerja keras Tim WFQR itu, Selat Malaka menjadi aman dari kejahatan.

"Strategi pengamanan yang dilakukan menjadi contoh bagi beberapa negara karena terbukti efektif dan berhasil," katanya.

Laksamana Pertama Maritim Datok Tan Kok Kwee mengisyaratkan agar hubungan yang baik antara APM Malaysia dengan WFQR Lantamal IV dalam menangani kejahatan di laut dipertahankan karena sangat efektif. Kerja sama yang dapat dilakukan antara lain pertukaran informasi.

APM Malaysia menyadari, terkadang hubungan itu terkendala kepentingan masing-masing negara, yang mempunyai aturan hukum berbeda.

Laksamana Pertama S Irawan menegaskan pihaknya terus berupaya untuk mengembangkan kerja sama seperti pemberantasan narkoba dan perdagangan manusia, karena kegiatan banyak menggunakan jalur laut.

"Perlu dijajaki terlebih dahulu kerja sama ini, apakah cukup antara APM Malaysia dengan WFQR Lantamal IV atau ke jenjang yang lebih tinggi melalui 'G to G' antara beberapa negara kawasan," kata Irawan.

Delegasi TNI AL yang dipimpin Irawan juga memberikan piagam penghargaan dari Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia kepada APM Malaysia.

TNI AL dan APM Malaysia membahas berbagai kasus yang terjadi di Selat Malaka pada Selasa (16/5).

Kedua delegasi sepakat akan menempuh jalur "Joint Invertigasion" antara WFQR Lantamal IV Tanjungpinang dengan APM Malaysia untuk mengungkap kasus Kapal MV Chang Hong 68 berbendera China yang melakukan pengangkatan Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) secara ilegal di perairan Anambas.

Petugas Pangkalan TNI AL Tarempa berhasil menangkap kapal itu, namun kemudian pelaku melarikan diri. Pelaku kejahatan itu akhirnya berhasil ditangkap kembali oleh APM Malaysia.

Selain itu, Tim WFQR Lantamal IV berhasil menangkap dua kapal buruan APM Malaysia yaitu Tanker MT Brama Ocean (Berbendera Malabo) 314 GT dan MT Orca (Berbendera Fiji) 127 GT yang berlayar dari Tanjung Penyusop, Kota Tinggi Malaysia ke wilayah Indonesia. (Antara)

Editor: Rusdianto

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga