Warga Pulau Penyengat akhirnya mendapat pasokan air bersih

id Warga air bersih

Warga Pulau Penyengat akhirnya mendapat pasokan air bersih

Wali Kota Tanjungpinang Rahma didampingi sejumlah jajaran saat berkunjung ke Pulau Penyengat, Kepulauan Riau. (Ogen)

Tanjungpinang (ANTARA) - Sekitar 700 kepala keluarga (KK) di Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, kini memperoleh pasokan air bersih melalui Sea Water Reverse Osmosis ( SWRO ), yaitu unit sistem desalinasi untuk merubah air laut menjadi air tawar.

"Alhamdulillah, air bersih sudah bisa langsung mengalir ke tiap-tiap rumah masyarakat Penyengat. Semoga dapat bermanfaat, apalagi sesaat lagi kita memasuki bulan Ramadhan," kata Wali Kota Tanjungpinang Rahma, Sabtu.

Sebelum ini, kata Rahma, warga setempat cukup sulit mendapatkan air bersih apalagi pada musim kemarau, mereka hanya mengandalkan sumur umum dengan cara menimba menggunakan ember.

Satu-satunya sumur yang bisa ditimba hingga saat ini adalah sumur milik seorang warga yang tinggal di depan Masjid Sultan Riau Penyengat.

"Kalau kondisi sumur itu mulai kering dipicu kemarau, maka masyarakat makin sulit mengakses air bersih," ujar Rahma.

Tidak hanya air bersih, kata dia, berbagai persoalan dan kebutuhan juga disampaikan warga Penyengat kepada Pemkot Tanjungpinang, antara lain masalah listrik untuk menunjang distribusi air bersih, lampu penerangan jalan, hingga pembenahan wisata.

Rahma pun menyatakan segera membenahi food court, pembenahan objek wisata, juga pembetulan nama objek peninggalan bersejarah di Pulau Penyengat.

Selain itu untuk penerangan jalan akan dilakukan pemasangan lampu, serta melanjutkan pembangunan tourism information centre (TIC). Begitu pula dengan instalasi listrik untuk distribusi air bersih akan langsung ditanggulangi.

"Segera kita lakukan proses pemasangan dengan pihak terkait. Untuk pembenahan baik sarana prasarana ataupun objek wisata yang ada di Pulau Penyengat, saya harap masyarakat dapat bersama-sama bersinergi serta mengawal pelaksanaanya," sebut Rahma.
Pewarta :
Editor: Nurjali
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar