Daratan muncul di laut terjadi di Natuna

id Natuna, Pulau Kecil, daratan dilaut

Daratan muncul di laut terjadi di Natuna

Daratan menyerupai pulau atau kukup di perairan Serasan, Natuna, Rabu (14/7) (ANTARA/HO/Cherman)

Natuna (ANTARA) - Warga Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepri, dikejutkan dengan munculnya sebuah pulau atau kukup secara tiba-tiba setelah terjadi badai pada Rabu (14/7) di perairan perbatasan Desa Tanjung Balau dengan Desa Tanjung Setelung, Kecamatan Serasan, Natuna.

"Kaget aja tiba tiba muncul seperti pulau di situ, setiap kali melaut setau saya tidak ada pulau di daerah itu, tetapi sekarang ada seperti pulau, kalau dilihat gundukannya cukup tinggi, terlihat dari jauh lumayan besar" kata Dedi, warga setempat yang bekerja sebagai nelayan bubu, Sabtu.

Ia juga meyakini sebelumnya di kawasan yang biasa menjadi lokasi para nelayan menangkap ikan itu tidak ada pulau atau kukup di daerah tersebut.

"Warga sempat heboh melihat kukup muncul setelah angin ribut (angin kencang) yang terjadi kemaren, memang angin kuat, pompong nelayan saja banyak yang terdampar di bibir pantai karena dihantam ombak", ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Hailani, warga Desa Tanjung Setelung Kecamatan Serasan. Ia meyakini munculnya daratan di laut tersebut akibat angin kencang dan ombak besar.

"Disitu memang ada gugusan terumbu karang, namun tidak muncul seperti itu, tetapi setelah badai tiba tiba muncul seperti pulau, kalau kami bilang kukup", kata Hailani.

Ia juga mengatakan kemunculan daratan yang menyerupai pulau seperti itu pertama terjadi di daerah perbatasan tersebut.

"Cukup luas, tetapi kalau dibandingkan dengan lapangan bola, dia lebih kecil dan meskipun air laut pasang tinggi dia tetap terlihat jelas", kata Hailani

Kemunculan daratan yang menyerupai pulau tersebut berjarak kurang lebih 700 meter dari bibir pantai terdekat.

Fenomena alam tersebut juga saat ini menjadi perhatian warga sekitar dan daya tarik tersendiri, bahkan menjadi objek wisata baru bagi warga yang ingin sekedar melihat.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar