Cuaca buruk picu kenaikan harga pangan di Tanjungpinang

id Kenaikan harga pangan

Cuaca buruk picu kenaikan harga pangan di Tanjungpinang

Suasana Pasar Baru Tanjungpinang, Kepulauan Riau. (Ogen)

Tanjungpinang (ANTARA) - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mengungkapkan faktor cuaca buruk yang terjadi belakangan ini memicu kenaikan harga pangan, utamanya ikan dan sayur-mayur menjadi mahal.

"Imbas curah hujan tinggi harga sayur bayam naik karena gagal panen. Kalau ikan laut, rata-rata naik akibat kondisi cuaca buruk," kata Kepala Bidang Stabilisasi Harga dan Pengembangan Ekspor Impor M. Endy Febri, Rabu.

Namun, beberapa komoditi lainnya seperti cabe dan bawang tergantung stok, tapi sejauh ini harganya masih stabil.

Endy mengatakan setelah penurunan dari PPKM level empat ke level tiga, boleh dikatakan stok barang pokok tercukupi dan perdagangan di pasar rakyat sudah jauh lebih ramai dibanding pada awal penerapan level 4 pada Juli hingga Agustus 2021.

"Alhamdulillah, stok pangan tercukupi dan sekarang masyarakat sudah mulai ramai berbelanja ke pasar," tuturnya.

Sementara itu, Pengelola Pasar Rakyat BUMD Tanjungpinang Pramuji menyampaikan kondisi pasar pada posisi PPKM level tiga dan level empat memang ada perubahan walaupun masih belum seperti kondisi normal.

Hal ini dapat dilihat dari jumlah pengunjung pasar dan pedagang yang ada di pasar serta jam operasional pasar.

Pada level empat kemarin, pengunjung pasar relatif sepi dan sekitar jam 10.00 WIB pedagang ada yang mulai berkemas. Bahkan, untuk pasar di lantai II pasar baru banyak kios jualan yang tidak beroperasi.

"Setelah penerapan PPKM level tiga, kondisi pasar sudah ada sedikit perubahan, baik dari jumlah pengunjung maupun jumlah meja atau kios yang buka dan jam tutup kios," sebutnya.

Salah seorang pedagang ikan di Pasar Baru Tanjungpinang Sam mengaku sejak musim hujan, ia lebih sedikit mendapat ikan dari nelayan sehingga hampir semua jenis ikan yang dijual mengalami kenaikan harga.

Seperti ikan selar saat ini mulai susah didapatkan, walaupun ada yang menjual namun harganya lebih mahal yakni Rp60-65 ribu per kilogram, sementara biasanya hanya dijual Rp40-45 ribu per kilogram.

"Umumnya pada naik, karena ikan yang masuk juga sedikit," kata Sam.

Dari pantauan harga yang dilakukan Dinas Perdagangan dan Perindustrian di pasar baru tercatat harga bawang merah Jawa dikisaran Rp32-35 ribu per kilogram, bawang putih dikisaran Rp30-31 ribu per kilogram, cabe merah dikisaran Rp30 ribu per kilogram, daging ayam dikisaran Rp38 ribu per kilogram, sayur bayam Rp16 ribu per kilogram, dan ikan selar dikisaran Rp50-65 ribu per kilogram.

Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar