Pemda Lingga masih pertimbangkan proyek kabel bawah laut Australia-Singapura

id Pemasangan kabel bawah laut

Pemda Lingga masih pertimbangkan proyek kabel bawah laut Australia-Singapura

Bupati Lingga Muhammad Nizar dan jajaran saat meninjau lokasi lapangan untuk kejuaraan daerah atletik. (ANTARA/HO-Facebook Muhammad Nizar).

Lingga, Kepri (ANTARA) - Bupati Lingga, Kepulauan Riau (Kepri), Muhammad Nizar menyatakan pihaknya masih mempertimbangkan terkait rencana proyek kabel bawah laut Australia-Singapura oleh PT. Sun Cabel.



Muhammad Nizar di Lingga, Sabtu, mengatakan banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum rencana kegiatan instalasi dan pengoperasian kabel bawah laut HVDC tersebut berjalan.



"Salah satunya, analisis dampak lingkungan yang harus serius diperhatikan, sosial ekonomi masyarakat pesisir," katanya.



Apalagi, menurutnya, proyek yang bakal berjalan ini bukan sepenuhnya demi kepentingan nasional. Hanya saja proyek pemasangan kabel bawah laut Australia-Singapura ini kebetulan melewati Kepri, khususnya Kabupaten Lingga.



“Pemkab Lingga dalam hal ini menerima tidak, menolak pun juga tidak, karena memang izin yang ada dari pusat. Kebetulan proyek ini melalui perairan Kepri,” ujarnya.



Pemerintah daerah, kata dia, justru tidak ingin menghambat adanya investasi di daerah. Terlebih sudah mendapatkan dispensasi izin-izin yang ada dari pusat.



Namun, hal tersebut perlu menjadi pertimbangan pihak PT. Sun Cable sebelum beroperasi. Sebab, pihaknya tidak ingin hal ini menjadi ancaman serius dan menimbulkan permasalahan-permasalahan baru di tengah masyarakat.



“Saya ingin menyampaikan ada persoalan-persoalan dan itu menjadi catatan kepada pihak PT. Sun Cable untuk dirapatkan kepada tim," ujar Nizar.



Politisi NasDem itu menyebut rencana pemasangan kabel bawah laut itu perlu komitmen dan penjelasan yang sangat-sangat jelas.



Kalau seandainya dampak itu lebih kecil atau menguntungkan masyarakat di Kabupaten Lingga, lanjutnya, maka pemerintah daerah pasti mendukung rencana ini. "Namun jika berdampak buruk, pemerintah masih melakukan pertimbangan," imbuhnya.



Lebih lanjut Nizar menyampaikan jika dilihat dari dampak pada tahap kontruksi saja, potensi dampak lingkungannya cukup mengkhawatirkan. Seperti timbulnya kekeruhan atau peningkatan padatan tersupensi air laut oleh kegiatan peletakan kabel bawah laut yang bersifat sementara dan akan jernih kembali dalam waktu tidak lama.



Kemudian, kemungkinan timbulnya gangguan terhadap biota laut yang bersifat sementara dan potensi adanya gangguan terhadap aktivitas nelayan. "Gangguan yang muncul pada perairan laut dangkal dengan kedalaman kurang dari 100 meter,” papar Nizar.



 

Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE